Proses impor sering dianggap sederhana, terutama oleh importir pemula yang baru mulai merambah bisnis dari luar negeri. Padahal, di balik prosesnya yang terlihat mudah, ada banyak detail kecil yang sebenarnya sangat menentukan kelancaran transaksi. Kesalahan sekecil apapun saat impor barang, mulai dari salah menghitung biaya hingga keliru mengisi dokumen, bisa berdampak jauh lebih besar dari […]Baca Selengkapnya
Platform 1688 memang jadi andalan banyak orang untuk mencari barang dengan harga grosir langsung dari pabrik di China. Namun, karena tampilan situsnya sepenuhnya menggunakan bahasa Mandarin dan sistemnya cukup berbeda dari marketplace lokal, tidak sedikit pembeli pemula yang justru melakukan kesalahan saat belanja di 1688. Kesalahan tersebut biasanya berawal dari hal sederhana, mulai dari salah […]Baca Selengkapnya
Berbelanja di Alibaba memang punya daya tarik tersendiri, terutama bagi kamu yang baru merintis bisnis impor dari China. Namun, tidak semua penjual di platform ini punya kualitas dan kredibilitas yang sama. Salah satu label yang sering jadi patokan pembeli adalah status supplier gold. Sayangnya, banyak importir pemula yang langsung percaya begitu saja tanpa memeriksa lebih […]Baca Selengkapnya
Banyak yang beranggapan jika belanja di Alibaba otomatis langsung berasal dari pabrik. Padahal kenyataannya tidak selalu begitu. Di platform ini, kamu akan bertemu dengan dua jenis penjual, yaitu pabrik asli (manufacturer) dan perusahaan dagang (trading company) yang hanya berperan sebagai perantara. Sayangnya, tidak sedikit supplier di Alibaba yang mengaku sebagai pabrik padahal sebenarnya trading company. […]Baca Selengkapnya
Jika kamu baru akan memulai bisnis impor, pertanyaan “pilih Alibaba atau 1688?” pasti muncul duluan sebelum memikirkan hal lain. Wajar saja, karena keduanya sama-sama besar dan sama-sama menawarkan harga miring. Masalahnya, banyak yang hanya mendengar sekilas tanpa tahu perbedaan mendasarnya. Padahal, salah pilih marketplace China bisa berujung pada masalah komunikasi, kesulitan pembayaran, sampai barang yang […]Baca Selengkapnya
Banyak orang mengurungkan niat terjun ke bisnis impor karena membayangkan harus punya modal ratusan juta rupiah dulu. Padahal anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Kenyataannya, modal bisnis impor bisa disesuaikan dengan skala usaha yang kamu targetkan. Mulai dari sekadar coba-coba sampai serius jualan grosir. Nah, agar kamu tidak salah hitung dan jadi rugi di tengah jalan, […]Baca Selengkapnya
Dalam bisnis impor, menemukan supplier dengan harga murah saja belum cukup. Banyak importir justru mengalami kerugian karena produk yang diterima tidak sesuai spesifikasi, jumlahnya kurang, atau bahkan mengalami kerusakan sebelum sampai di Indonesia. Masalah seperti ini sebenarnya bisa diminimalkan jika ada Quality Control (QC) barang sebelum pengiriman. Sayangnya, masih banyak pelaku usaha yang menganggap QC […]Baca Selengkapnya
Melakukan transfer uang ke China mungkin terlihat sederhana. Cukup meminta nomor rekening supplier, melakukan pembayaran, lalu menunggu barang dikirim. Tapi, dalam praktik impor, proses pembayaran justru menjadi salah satu titik paling penting yang sering menimbulkan kerugian. Tidak sedikit importir yang mengalami pembayaran tertunda, dana salah transfer, hingga menjadi korban penipuan karena kurang teliti saat mengirim […]Baca Selengkapnya
Transfer RMB menjadi salah satu metode pembayaran yang semakin banyak digunakan pelaku bisnis impor dari China. Meski begitu, masih banyak importir pemula yang bingung apakah sebaiknya membayar supplier menggunakan USD, RMB, atau melalui jasa pembayaran internasional. Padahal, metode pembayaran mempengaruhi biaya transaksi, kecepatan proses, hingga kelancaran hubungan kerja sama dengan supplier. Nah, alasan mengapa metode […]Baca Selengkapnya
Saat melakukan impor dari China, salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah, berapa lama pengiriman barang dari China ke Indonesia? Jawabannya ternyata tidak bisa disamaratakan karena ada banyak faktor yang mempengaruhi, mulai dari metode transportasi, proses bea cukai, lokasi supplier, hingga kondisi operasional pelabuhan atau bandara. Memahami estimasi waktu pengiriman sejak awal sangat penting, […]Baca Selengkapnya
Banyak importir beranggapan bahwa biaya terbesar dalam proses impor hanya berasal dari harga produk. Padahal, kenyataannya ongkos kirim barang impor sering kali jadi komponen biaya yang paling mempengaruhi total modal. Tidak sedikit pelaku usaha yang akhirnya memperoleh margin lebih kecil karena kurang memahami apa saja faktor yang menyebabkan biaya pengiriman membengkak. Menariknya, kenaikan biaya pengiriman […]Baca Selengkapnya
Saat mulai impor dari China, banyak pebisnis dihadapkan pada satu pertanyaan penting ‘lebih baik membeli langsung dari factory atau melalui trading company (perusahaan dagang)?’ Sekilas, membeli langsung ke pabrik memang terlihat lebih murah. Namun, pada praktiknya keputusan tersebut tidak sesederhana membandingkan harga. Setiap model bisnis punya kelebihan, kekurangan, hingga risiko yang berbeda. Bahkan, dalam kondisi […]Baca Selengkapnya