Harbolnas atau Hari Belanja Online Nasional selalu menjadi momen yang menarik bagi konsumen sekaligus peluang besar bagi pebisnis online. Diskon, gratis ongkir, cashback, dan promo bundling membuat minat belanja biasanya meningkat menjelang akhir tahun. Bagi reseller maupun importir, kondisi ini bisa menjadi kesempatan untuk menyiapkan stok produk impor lebih awal.
Data APJII yang dirangkum Katadata menunjukkan bahwa pakaian dan aksesoris menjadi kategori yang paling banyak dibeli masyarakat Indonesia secara online pada 2025, dengan proporsi 43,74%. Setelahnya ada produk kecantikan dan perawatan diri sebesar 14,57% serta peralatan rumah tangga sebesar 11,50%.
Artinya, pemilihan barang untuk Harbolnas sebaiknya tidak hanya berdasarkan produk yang sedang viral. Ada baiknya melihat kombinasi antara permintaan pasar, harga jual, potensi margin, ukuran barang, hingga kemudahan pengiriman.
Kenapa Harbolnas jadi Momen Penting bagi Importir?
Harbolnas bukan sekadar ajang diskon untuk konsumen. Bagi penjual online, periode ini bisa menjadi momentum untuk meningkatkan volume transaksi dalam waktu singkat. Pada Harbolnas 2025, total transaksi nasional dilaporkan mencapai Rp36,4 triliun, meningkat 17% dibandingkan tahun sebelumnya.
Tapi, tingginya permintaan juga berarti persaingan semakin ketat. Produk yang terlalu umum bisa punya banyak penjual dengan harga yang saling banting. Karena itu, importir perlu mencari barang yang punya kombinasi antara permintaan tinggi, harga modal kompetitif, dan ruang diferensiasi.
Apa Saja Produk Impor yang Banyak Dicari?
Menjelang Harbolnas, beberapa kategori barang biasanya mulai ramai diburu konsumen karena promo dan tren belanja yang meningkat. Apa saja itu?
1. Fashion dan Aksesori
Fashion masih menjadi salah satu kategori yang menarik untuk dipersiapkan menjelang Harbolnas. Pilihannya pun sangat luas, mulai dari pakaian kasual, outer, celana, tas, topi, hingga berbagai aksesori lainnya.
Menariknya, tidak semua penjual harus bermain di pakaian utama. Aksesori seperti sling bag, tote bag, dompet kecil, ikat pinggang, dan aksesori rambut bisa menjadi alternatif karena umumnya punya ukuran lebih kecil dan relatif mudah dikirim. Dari situ, kamu bisa mencari model dengan karakter visual kuat sehingga mudah dibuat menjadi konten pendek untuk marketplace maupun media sosial.
2. Aksesori Smartphone dan Gadget
Casing HP, holder, stand smartphone, kabel data, organizer kabel, ring holder, dan berbagai aksesori gadget juga layak diperhatikan. Kategori produk impor ini punya karakteristik yang cukup menarik bagi reseller karena ukuran produknya relatif kecil dan variasinya sangat banyak. Bahkan, satu konsumen bisa membeli beberapa aksesori sekaligus.
Untuk menghadapi Harbolnas, penjual bisa membuat paket seperti casing + tempered glass atau kabel + cable organizer. Strategi bundling semacam ini bisa meningkatkan nilai transaksi tanpa harus selalu memberikan potongan harga besar.
3. Perlengkapan Rumah Tangga
Peralatan rumah tangga menjadi kategori lain yang cukup potensial. Data APJII juga menempatkan household goods sebagai salah satu kelompok barang yang banyak dibeli secara online. Mulai dari organizer dapur, tempat penyimpanan, gantungan serbaguna, kotak storage, perlengkapan kebersihan berukuran kecil, hingga berbagai kebutuhan untuk meja makan.
Yang menarik, barang rumah tangga tidak harus selalu berukuran besar. Justru produk kecil yang menyelesaikan masalah sehari-hari sering lebih mudah dipasarkan melalui video demonstrasi. Misalnya, produk organizer bisa ditampilkan melalui konten “sebelum dan sesudah”. Cara seperti ini membantu calon pembeli memahami manfaat barang, bukan hanya melihat bentuknya.
4. Beauty Tools dan Aksesori Perawatan Diri
Selain produk kecantikan, beauty tools dan aksesori pendukung perawatan diri juga bisa menjadi kategori yang menarik. Contohnya seperti makeup organizer, travel bottle, hair styling accessories, cermin kecil, kuas makeup, pouch kosmetik, dan alat penyimpanan skincare.
Tapi, perlu dibedakan antara aksesori atau tools dengan kosmetik. Produk impor kosmetik memiliki ketentuan peredaran yang perlu diperhatikan secara serius. BPOM bahkan melaporkan bahwa dalam intensifikasi pengawasan kosmetik menjelang Harbolnas 2025, 65% temuan produk yang tidak memenuhi ketentuan didominasi produk impor.
Untuk pemula, memilih produk pendukung perawatan kecantikan menjadi pilihan yang lebih praktis dibandingkan langsung menjual kosmetik yang memiliki persyaratan dan regulasi lebih ketat.
5. Produk Lifestyle dan Travel
Produk lifestyle juga menarik untuk diperhatikan, terutama barang yang memiliki desain unik atau menawarkan fungsi praktis. Contohnya seperti tumbler, travel pouch, tas organizer, aksesori meja kerja, perlengkapan journaling, hingga berbagai produk untuk mendukung aktivitas sehari-hari.
Kuncinya bukan sekadar mencari barang yang murah. Cari produk yang ketika dilihat langsung membuat konsumen berpikir, “Wah, ini berguna juga.” Karakter seperti ini cukup penting karena keputusan pembelian di marketplace sering dipengaruhi visual, fungsi, ulasan, dan persepsi harga.
6. Mainan dan Produk Anak
Kategori mainan dan perlengkapan anak juga masuk radar, khususnya produk edukatif, permainan kreatif, sensory toys, atau aksesori aktivitas anak. Tetapi, kamu perlu lebih berhati-hati dalam memilih barang anak. Jangan hanya mempertimbangkan harga dan tampilan. Aspek keamanan, material, label, serta ketentuan produk yang berlaku juga harus diperiksa sebelum pembelian dalam jumlah besar.
Dengan kata lain, produk dengan potensi penjualan tinggi belum tentu otomatis menjadi pilihan yang baik jika proses masuk dan peredarannya memiliki persyaratan khusus.
Siapkan Stok Harbolnas Tanpa Bikin Proses Impor Ribet!
Nah, memilih produk impor untuk Harbolnas memang bukan hanya soal menemukan yang murah. Kamu perlu melihat permintaan pasar, tingkat persaingan, margin, regulasi, sampai jalur pengiriman agar stok yang datang benar-benar bisa diputar kembali menjadi penjualan.
Jika proses belanja dari supplier China terasa merepotkan, Ancala Logistic bisa menjadi partner yang membantu dari sisi pengadaan hingga logistik. Kamu bisa memanfaatkan jasa belanja untuk membantu proses pembelian dari supplier, termasuk kebutuhan pembayaran menggunakan RMB Express.
Setelah barang siap, pilihan logistik melalui jalur laut (FCL dan LCL) maupun udara (LCL) juga bisa disesuaikan dengan karakter barang, volume, budget, dan kebutuhan waktu pengiriman. Jadi, kamu bisa lebih fokus menyiapkan strategi jualan Harbolnas tanpa harus mengurus setiap detail proses pengadaan sendirian.
Intinya, semakin awal kamu melakukan riset dan menyiapkan stok, semakin besar peluang untuk masuk ke momentum Harbolnas dengan persiapan yang matang, bukan sekadar ikut tren!
FAQ
1. Apa produk yang paling banyak dibeli saat Harbolnas?
Fashion, aksesori, beauty, perlengkapan rumah tangga, elektronik, dan produk lifestyle cukup banyak diminati, meski tren dapat berbeda setiap periode.
2. Apakah produk dari China cocok dijual saat Harbolnas?
Bisa, selama permintaan, harga modal, margin, biaya impor, dan pengiriman sudah diperhitungkan.
3. Bagaimana cara mengetahui barang yang sedang tren?
Pantau marketplace, media sosial, Google Trends, video pendek, serta pertumbuhan ulasan produk untuk melihat tren secara lebih objektif.
4. Lebih baik mengirim barang lewat laut atau udara?
Laut cocok untuk volume besar dengan biaya lebih efisien, sedangkan udara lebih sesuai untuk barang yang membutuhkan waktu pengiriman lebih cepat.
5. Apakah semua barang impor aman dijual di Indonesia?
Tidak. Produk seperti kosmetik, makanan, obat, produk kesehatan, elektronik tertentu, dan barang anak dapat memiliki ketentuan khusus yang perlu diperiksa terlebih dahulu.
