Blog

Langkah yang Harus Dilakukan Jika Barang Impor Terlambat Tiba

Diposting oleh : : - Waktu Baca 9 menit
barang impor
barang impor

Keterlambatan pengiriman merupakan salah satu risiko yang paling sering pelaku usaha impor hadapi. Kondisi ini tidak hanya mengganggu jadwal distribusi, tetapi juga memengaruhi stok, arus kas, hingga kepuasan pelanggan. Sayangnya, masih banyak importir yang langsung menyalahkan supplier atau perusahaan logistik tanpa mengetahui penyebab sebenarnya. Padahal, keterlambatan barang impor bisa dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari proses customs clearance, pemeriksaan bea cukai, jadwal kapal yang berubah, kemacetan pelabuhan, hingga dokumen yang belum lengkap. 

Nah, supaya kamu bisa meminimalkan kerugian sekaligus mempercepat proses penyelesaian impor, yuk, cari tahu langkah yang harus dilakukan!

Apa yang Harus Dilakukan Jika Barang Impor Terlambat?

Keterlambatan barang memang bisa mengganggu operasional bisnis, tetapi bukan berarti situasinya tidak bisa diatasi. Nah, berikut langkah yang bisa kamu terapkan untuk mempercepat penanganan masalah sekaligus mengurangi risiko kerugian!

1. Kenali Penyebab Keterlambatan Sebelum Ambil Keputusan

Kesalahan terbesar yang sering terjadi adalah langsung mengajukan komplain tanpa mengetahui titik permasalahannya. Padahal setiap penyebab membutuhkan penanganan berbeda. Penyebab keterlambatan yang paling umum yaitu:

  • Dokumen impor tidak lengkap atau ada perbedaan data.
  • Pemeriksaan fisik oleh Bea Cukai.
  • Jadwal kapal (blank sailing) atau penerbangan mengalami perubahan.
  • Pelabuhan asal maupun tujuan sedang mengalami kepadatan.
  • Supplier terlambat mengirimkan barang.
  • Cuaca ekstrem yang menghambat pengiriman internasional.

Pahami penyebabnya sejak awal untuk menentukan solusi yang lebih cepat dibanding sekadar menunggu informasi dari pihak lain.

Baca juga: Cara Menghindari Penahanan Barang di Bea Cukai, Bagaimana Itu?

2. Lakukan Tracking Pengiriman 

Jangan menunggu hingga estimasi kedatangan terlewati. Biasakan monitoring sejak barang diberangkatkan. Informasi yang perlu kamu pantau meliputi:

  • Nomor container atau airway bill.
  • Jadwal keberangkatan dan kedatangan terbaru.
  • Status kapal atau pesawat.
  • Posisi container.
  • Estimasi proses customs clearance.

Dengan tracking rutin, kamu bisa mengetahui lebih cepat apabila terjadi perubahan jadwal sehingga bisa menyesuaikan rencana distribusi.

3. Segera Verifikasi Dokumen Impor

Tidak sedikit keterlambatan terjadi karena dokumen administrasi. Pastikan kesesuaian dokumen berikut!

  • Commercial Invoice
  • Packing List
  • Bill of Lading atau Airway Bill
  • Certificate of Origin (jika diperlukan)
  • HS Code 
  • Nilai barang sesuai invoice
  • Kesalahan kecil seperti perbedaan jumlah barang atau deskripsi produk sering kali membuat proses pemeriksaan lebih lama.

4. Siapkan Rencana Cadangan untuk Stok

Apabila barang impor yang terlambat produk utama bisnis, segera lakukan mitigasi risiko. Langkah yang bisa kamu lakukan yaitu:

  • Gunakan safety stock.
  • Alihkan penjualan ke produk alternatif.
  • Informasikan estimasi pengiriman terbaru kepada pelanggan.
  • Tunda promosi jika stok diperkirakan habis.

Strategi ini membantu menjaga kepercayaan pelanggan sekaligus mengurangi potensi pembatalan pesanan.

5. Bangun Komunikasi Aktif dengan Supplier dan Forwarder

Importir yang hanya menunggu update biasanya justru memperoleh informasi paling akhir. Sebaliknya, lakukan komunikasi secara berkala dengan supplier maupun freight forwarder untuk mengetahui:

  • Status produksi.
  • Jadwal keberangkatan terbaru.
  • Estimasi kedatangan.
  • Kendala yang sedang dihadapi.
  • Solusi percepatan apabila memungkinkan.

6. Evaluasi Mitra Logistik yang Digunakan

Jika keterlambatan terjadi berulang kali, saatnya mengevaluasi penyedia jasa logistik. Forwarder yang berpengalaman biasanya memiliki:

  • Tim yang memahami regulasi impor.
  • Kemampuan menangani customs clearance.
  • Sistem tracking yang jelas.
  • Komunikasi yang responsif.
  • Jaringan agen internasional yang luas.

Dengan dukungan tersebut, potensi keterlambatan barang impor bisa ditekan karena setiap kendala bisa diantisipasi lebih awal.

7. Jangan Abaikan Analisis Setelah Barang Tiba

Setelah pengiriman selesai, lakukan evaluasi terhadap seluruh proses. Catat hal berikut!

  • Lama waktu pengiriman aktual.
  • Penyebab keterlambatan.
  • Kendala administrasi.
  • Kinerja supplier.
  • Kinerja freight forwarder.

Data tersebut akan sangat berguna untuk menentukan strategi impor berikutnya agar risiko yang sama tidak terulang.

Intinya keterlambatan barang impor tidak selalu berarti proses pengiriman bermasalah. Dalam banyak kasus, penyebabnya justru berasal dari dokumen yang kurang lengkap, proses kepabeanan, atau perubahan jadwal transportasi internasional. Semakin cepat kamu mengetahui sumber kendalanya, semakin mudah pula menentukan solusi yang tepat.

Nah, supaya proses impor minim hambatan dan keterlambatan, kamu bisa bekerja sama dengan Ancala Logistic! Kami siap membantu menangani kebutuhan pengiriman internasional mulai dari sea freight (FCL dan LCL), air freight (FCL), hingga layanan door to door. Selain itu, kami juga mendukung proses customs clearance sehingga pengurusan dokumen dan kepabeanan bisa berjalan lebih lancar.

Dengan layanan logistik yang terintegrasi dan dukunagn tim berpengalaman, proses pengiriman barang dari China ke Indonesia kami jamin lebih efisien, transparan, dan tepat waktu. Jadi, silahkan hubungi kami dan konsultasikan kebutuhan impor bisnismu!

FAQ

1. Apa penyebab barang terlambat tiba?

Penyebabnya beragam, seperti dokumen tidak lengkap, pemeriksaan Bea Cukai, perubahan jadwal kapal atau pesawat, kepadatan pelabuhan, cuaca ekstrem, hingga keterlambatan dari supplier.

2. Bagaimana cara mengetahui posisi barang?

Kamu bisa melakukan tracking menggunakan nomor container, Bill of Lading (B/L), atau Airway Bill (AWB) melalui sistem yang forwarder sediakan atau perusahaan pengiriman.

3. Apakah semua barang impor akan diperiksa Bea Cukai?

Tidak. Pemeriksaan berdasarkan analisis risiko. Tapi, apabila ada indikasi tertentu atau ketidaksesuaian dokumen, barang bisa menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

4. Apa yang harus dilakukan jika barang tertahan di Bea Cukai?

Segera hubungi forwarder atau PPJK, pastikan seluruh dokumen lengkap, selesaikan kewajiban bea masuk dan pajak jika ada, serta ikuti arahan dari pihak Bea Cukai agar proses segera diselesaikan.

5. Bagaimana cara mengurangi risiko keterlambatan barang?

Gunakan supplier yang terpercaya, siapkan dokumen dengan benar, lakukan tracking secara berkala, sediakan safety stock, dan pilih perusahaan freight forwarding berpengalaman.

Banner Promosi

Artikel Terkait