Harga produk yang menarik dan pilihan barang yang nyaris tidak ada habisnya membuat China menjadi salah satu tujuan populer untuk sourcing. Namun, menemukan produk murah di marketplace seperti Alibaba, 1688, Taobao, atau Tmall hanyalah langkah awal. Setelah itu, masih ada negosiasi dengan supplier, pembayaran, pengecekan kualitas, pengiriman dari supplier ke gudang, hingga proses logistik menuju Indonesia yang perlu diperhatikan. Karena itu, jasa impor China bisa jadi solusi ketika proses tersebut mulai terasa rumit atau berisiko jika ditangani sendiri.
Tapi, apakah semua importir memang membutuhkan jasa impor? Belum tentu. Lalu, kapan sebenarnya waktu yang tepat menggunakan jasa impor untuk bisnismu?
Apa Itu Jasa Impor China? Apa Saja yang Dibantu?
Umumnya, layanan impor membantu menghubungkan proses pembelian di China dengan kebutuhan pengiriman ke Indonesia. Cakupannya bisa berbeda-beda tergantung penyedia layanan, tetapi biasanya meliputi bantuan pembelian, komunikasi dengan supplier, pembayaran, konsolidasi barang, pemeriksaan atau quality control, hingga pengiriman.
Hal yang sering luput adalah bahwa biaya impor bukan hanya harga produk. Kamu juga perlu memperhitungkan ongkos pengiriman lokal di China, biaya pengiriman internasional, biaya penanganan, kemungkinan pajak dan bea masuk, serta biaya lain yang muncul sesuai karakteristik barang dan jalur impornya. Karena itu, menghitung landed cost sejak awal jauh lebih penting daripada sekadar membandingkan harga barang di marketplace.
Dalam proses kepabeanan, informasi barang juga harus akurat. Klasifikasi atau HS Code, negara asal, nilai transaksi, serta dokumen pendukung bisa memengaruhi proses dan kewajiban impor. Bahkan Bea Cukai menyediakan fasilitas penetapan klasifikasi maupun asal barang dalam kondisi tertentu untuk memberikan kepastian sebelum proses pemberitahuan pabean.
Kapan Sebaiknya Menggunakan Jasa Impor?
Tidak ada patokan bahwa hanya pemula yang membutuhkan bantuan. Ada beberapa kondisi yang justru membuat penggunaan layanan profesional lebih masuk akal secara bisnis. Seperti apa itu?
1. Pertama Kali Membeli Barang dari China
Jika belum pernah bertransaksi dengan supplier China, kamu kemungkinan belum familiar dengan istilah seperti MOQ, lead time, quotation, incoterms, QC, maupun proses pengiriman internasional. Kesalahan kecil saat tahap awal bisa berujung pada biaya tambahan. Misalnya, kamu menemukan harga produk yang murah tetapi ternyata belum memperhitungkan ongkos lokal China dan biaya pengiriman. Akibatnya, margin keuntungan yang terlihat di awal ternyata jauh lebih kecil setelah barang sampai di Indonesia.
Menggunakan jasa impor China pada tahap awal membantu mengurangi kurva belajar tersebut. Kamu tetap bisa mempelajari prosesnya, tetapi tidak harus mengambil seluruh risiko sendirian.
2. Kesulitan Berkomunikasi dengan Supplier China
Hambatan bahasa bukan hanya soal menerjemahkan percakapan. Negosiasi spesifikasi, ukuran, material, warna, kemasan, jumlah produksi, hingga standar kualitas membutuhkan komunikasi yang detail.
Kesalahan memahami satu spesifikasi saja bisa menghasilkan barang yang tidak sesuai kebutuhan. Karena itu, bantuan pihak yang terbiasa berkomunikasi dengan supplier lokal China menjadi nilai tambah, terutama ketika transaksi sudah masuk tahap produksi dalam jumlah besar.
3. Ingin Membeli dari Beberapa Supplier Sekaligus
Misalnya, kamu membeli aksesori dari tiga supplier berbeda di 1688 dan produk kemasan dari dua supplier lainnya. Jika semuanya dikirim secara terpisah, biaya logistik bisa menjadi kurang efisien.
Layanan yang punya fasilitas gudang atau konsolidasi di China bisa membantu mengumpulkan barang dari beberapa supplier sebelum dikirim bersama. Strategi ini penting untuk bisnis yang sedang melakukan sourcing banyak produk sekaligus.
4. Butuh Quality Control Sebelum Pengiriman Barang
Harga murah tidak otomatis berarti kualitas sesuai ekspektasi. Foto produk di marketplace juga belum tentu menggambarkan kondisi barang secara detail. Untuk pembelian bernilai besar, pengecekan sebelum pengiriman bisa menjadi langkah yang sangat penting. Beberapa hal yang bisa diperiksa antara lain jumlah barang, ukuran, warna, material, kondisi fisik, kemasan, hingga kesesuaian dengan spesifikasi pesanan.
Dengan begitu, masalah bisa diketahui ketika barang masih berada di China, bukan setelah produk tiba di Indonesia dan biaya pengembaliannya sudah jauh lebih mahal.
5. Volume Pesanan Mulai Besar
Semakin besar nilai dan volume transaksi, semakin besar pula dampak kesalahan kecil. Selisih kualitas, jumlah, biaya logistik, atau keterlambatan pengiriman bisa langsung memengaruhi cash flow bisnis.
Pada tahap ini, menggunakan jasa impor China bukan semata-mata soal kemudahan, tetapi juga manajemen risiko. Kamu bisa mengalokasikan waktu untuk mengurus pemasaran, penjualan, dan pengembangan produk sementara bagian teknis ditangani pihak yang lebih berpengalaman.
6. Tidak Punya Sistem Pembayaran yang Praktis ke China
Pembayaran kepada supplier China juga menjadi salah satu titik yang sering menyulitkan importir baru. Tidak semua metode pembayaran internasional yang biasa digunakan di Indonesia bisa digunakan secara praktis untuk setiap transaksi di marketplace atau supplier China. Karena itu, layanan pembayaran RMB bisa menjadi solusi tersendiri, terutama bagi bisnis yang rutin melakukan transaksi dengan supplier China.
Baca juga: 10 Hal yang Wajib Dicek Sebelum Transfer ke Supplier China
Gunakan Jasa Belanja dan RMB Express Ancala Logistic!
Jika kebutuhanmu masih berada pada tahap mencari dan membeli barang dari China, tidak selalu harus langsung menggunakan layanan impor yang kompleks. Kamu bisa memilih layanan berdasarkan titik proses yang memang membutuhkan bantuan.
Nah, salah satunya melalui jasa belanja yang bisa membantu proses pembelian barang dari marketplace China sehingga kamu tidak perlu menangani seluruh komunikasi dan transaksi sendiri. Untuk kebutuhan pembayaran kepada supplier dalam mata uang RMB, RMB Express juga bisa menjadi opsi untuk membuat proses pembayaran lebih praktis.
Ancala Logistic siap bantu untuk bisnis yang ingin tetap fleksibel. Kamu bisa menyerahkan bagian yang paling merepotkan kepada tim kami yang berpengalaman, sementara strategi produk, pemasaran, dan penjualan tetap berada di tanganmu.
Jadi, kapan sebaiknya menggunakan jasa impor China? Jawabannya ketika kompleksitas proses sudah lebih besar daripada kemampuan atau waktu yang bisa kamu alokasikan sendiri. Terutama jika kamu baru pertama kali impor, kesulitan berkomunikasi dengan supplier, membeli dari banyak toko, membutuhkan QC, atau menangani pesanan dengan nilai yang cukup besar.
Intinya, menggunakan jasa profesional bukan berarti kamu tidak bisa belajar impor sendiri. Justru, bantuan yang tepat bisa menjadi cara untuk memulai dengan risiko yang lebih terukur.
Ingat, sebelum memesan, hitung dulu kebutuhan dan risikonya. Jika prosesnya mulai terlalu kompleks untuk ditangani sendiri, hubungi kami!
FAQ
1. Apakah pemula sebaiknya menggunakan jasa impor dari China?
Bisa menjadi pilihan yang lebih praktis, terutama jika belum memahami proses pembelian, pembayaran, QC, logistik, dan dokumen impor.
2. Apakah menggunakan jasa impor pasti lebih mahal?
Belum tentu. Ada biaya layanan, tetapi bantuan profesional dapat membantu mengurangi risiko kesalahan, biaya tersembunyi, atau pembelian barang yang tidak sesuai.
3. Apa perbedaan jasa impor dan forwarder China?
Forwarder umumnya berfokus pada pengiriman dan logistik. Layanan impor yang lebih terintegrasi mencakup pembelian, pembayaran, komunikasi dengan supplier, QC, dan pengiriman.
4. Kapan sebaiknya melakukan QC barang dari China?
Idealnya sebelum barang dikirim dari China, terutama untuk pesanan bernilai besar atau produk dengan spesifikasi yang detail. Dengan begitu, masalah dapat diketahui lebih awal.
5. Apakah bisnis kecil bisa menggunakan layanan pembelian dari China?
Bisa. Justru layanan pembelian bisa membantu bisnis kecil atau pemula yang belum memiliki sistem pembayaran, supplier, maupun tim yang menangani proses pembelian dari China.
