Harga miring yang ditawarkan pabrik-pabrik di China sering membuat orang beranggapan bahwa mengimpor barang dari China untuk dijual kembali pasti menguntungkan. Padahal, anggapan ini tidak sepenuhnya salah, tetapi juga tidak sesederhana itu, sebab margin keuntungan saat berjualan tidak hanya ditentukan oleh selisih harga beli dan harga jual saja.
Ada banyak komponen biaya lain yang sering terlewat saat menghitung potensi keuntungan, mulai dari ongkos kirim hingga pajak impor. Jika tidak dihitung dengan cermat sejak awal, bisnis reseller yang tampak menjanjikan di atas kertas bisa berujung pada margin yang jauh lebih kecil dari perkiraan. Yuk, simak dulu apa saja yang perlu diperhatikan agar bisnismu tetap untung!
Apakah Impor Barang dari China Selalu Menguntungkan untuk Dijual Kembali?
Jika membicarakan keuntungan, semuanya tergantung pada bagaimana kamu menghitung total biaya yang dikeluarkan, bukan hanya berdasarkan harga barang di supplier. Keuntungan sebenarnya baru bisa terlihat setelah seluruh biaya, mulai dari pembelian hingga barang siap dijual dijumlahkan secara menyeluruh.
Kira-kira apa saja komponen biaya yang biasanya memengaruhi besaran keuntungan dari bisnis impor untuk dijual kembali?
- Harga barang dari supplier
Pada dasarnya memang menjadi patokan awal, tapi bukan satu-satunya hal yang menentukan untung atau rugi.
- Ongkos kirim internasional
Ongkos kirim lintas negara sering membengkak jika perhitungan berat dan volume barang tidak diperkirakan dengan tepat sejak awal.
- Bea masuk dan pajak impor
Dua hal ini kadang terlewat begitu saja saat menghitung modal. Padahal, jumlahnya bisa cukup memengaruhi total biaya.
- Biaya operasional dan pemasaran
Kedua biaya ini tetap harus dianggarkan meski barang yang dibeli sudah terbilang murah.
Dalam hal ini, keempat komponen tersebut saling berkaitan. Sehingga, mengabaikan salah satunya akan membuat perhitungan keuntungan kamu menjadi tidak akurat.
Apa yang Terjadi Jika Salah Menghitung Biaya Impor untuk Bisnis Jual Kembali?
Kesalahan dalam memperkirakan total biaya bukan hanya berdampak pada laporan keuangan, tetapi juga bisa mengganggu keberlangsungan bisnis reseller itu sendiri. Kira-kira akan berdampak pada apa saja?
1. Margin Keuntungan Tergerus Habis
Ketika biaya tambahan seperti ongkos kirim dan pajak tidak diperhitungkan sejak awal, keuntungan yang tersisa bisa jauh lebih kecil dari target, bahkan berpotensi impas.
2. Harga Jual Menjadi Tidak Kompetitif
Untuk menutupi biaya yang membengkak, sebagian penjual terpaksa menaikkan harga jual, padahal harga tersebut belum tentu bisa bersaing dengan kompetitor di pasar yang sama.
3. Modal Tertahan pada Stok yang Sulit Terjual
Perhitungan yang meleset dapat membuat harga jual kurang menarik bagi pembeli, sehingga stok menumpuk dan modal ikut tertahan lebih lama dari yang direncanakan.
Bagaimana Cara Menghitung Untung Rugi Sebelum Impor untuk Dijual Lagi?
Agar keuntungan yang didapat benar-benar sesuai perhitungan, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan sebelum memutuskan untuk mengimpor barang dari China dalam jumlah besar. Simak cara ini agar perhitunganmu jadi tepat.
1. Hitung Total Landed Cost, Bukan Hanya Harga Barang
Landed cost mencakup seluruh biaya sejak barang dibeli hingga siap dijual, termasuk ongkos kirim, bea masuk, dan pajak. Perhitungan ini memberikan gambaran modal yang lebih akurat dibandingkan hanya melihat harga dari supplier.
2. Riset Harga Pasar Sebelum Menentukan Harga Jual
Bandingkan harga produk sejenis yang sudah beredar di pasar agar kamu bisa menentukan harga jual yang kompetitif tanpa mengorbankan margin keuntungan.
3. Sesuaikan Skala Pembelian dengan Kemampuan Pasar
Membeli dalam jumlah besar memang bisa menekan harga satuan, tetapi perlu disesuaikan dengan estimasi permintaan agar stok tidak menumpuk dan modal tetap berputar.
Pada dasarnya, mengimpor produk dari China untuk dijual kembali tetap berpotensi menguntungkan, asalkan seluruh komponen biaya dihitung secara menyeluruh sejak awal. Keuntungan yang terlihat besar di atas kertas bisa saja menyusut drastis jika ongkos kirim, pajak, dan biaya operasional tidak masuk dalam perhitungan.
Nah, agar perhitungan biaya impor kamu lebih akurat dan proses pengiriman berjalan lancar, percayakan saja pada Ancala Logistik! Layanan jasa belanja kami akan membantu kamu mencari supplier dengan harga yang kompetitif. Tak hanya itu, kami juga memudahkan proses transaksi kamu melalui layanan RMB Express dengan rate yang bersaing.
Lengkapi proses impormu dengan layanan pengiriman melalui jalur laut maupun udara yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan volume barang. Dengan pilihan layanan yang fleksibel, proses impor barang dari China jadi lebih praktis dan mudah. Jadi tunggu apa lagi? Yuk hubungi Ancala Logistik sekarang!
FAQ
1. Apakah bisnis reseller barang impor dari China masih menguntungkan?
Masih, asalkan seluruh komponen biaya seperti ongkos kirim, bea masuk, dan pajak dihitung secara akurat sejak awal sebelum menentukan harga jual.
2. Apa itu landed cost dalam bisnis impor?
Landed cost adalah total biaya yang dikeluarkan sejak barang dibeli dari supplier hingga siap dijual, termasuk ongkos kirim, bea masuk, dan pajak impor.
3. Berapa margin keuntungan yang wajar untuk bisnis reseller impor?
Besaran margin bervariasi tergantung jenis produk dan kompetisi pasar, sehingga penting melakukan riset harga pasar sebelum menentukan target keuntungan.
4. Apakah membeli dalam jumlah besar selalu lebih menguntungkan?
Tidak selalu. Pembelian besar bisa menekan harga satuan, tetapi berisiko menumpuk stok jika tidak disesuaikan dengan estimasi permintaan pasar.
5. Bagaimana cara menghindari kerugian saat impor untuk dijual kembali?
Pastikan menghitung seluruh biaya secara menyeluruh, melakukan riset pasar, serta bekerja sama dengan jasa logistik yang dapat membantu estimasi biaya secara akurat.
