Blog

Faktor yang Membuat Ongkos Kirim Barang Impor Menjadi Mahal, Apa Itu?

Diposting oleh : : - Waktu Baca 9 menit
ongkos kirim barang impor
ongkos kirim barang impor

Banyak importir beranggapan bahwa biaya terbesar dalam proses impor hanya berasal dari harga produk. Padahal, kenyataannya ongkos kirim barang impor sering kali jadi komponen biaya yang paling mempengaruhi total modal. Tidak sedikit pelaku usaha yang akhirnya memperoleh margin lebih kecil karena kurang memahami apa saja faktor yang menyebabkan biaya pengiriman membengkak.

Menariknya, kenaikan biaya pengiriman tidak selalu disebabkan oleh tarif ekspedisi yang naik. Ada banyak variabel lain seperti volume barang, jenis pengiriman, musim logistik, hingga regulasi kepabeanan yang ikut menentukan besarnya biaya yang harus dibayarkan. Yuk, simak pembahasannya!

Faktor Apa yang Mempengaruhi Ongkos Kirim Barang Impor?

Pernahkah merasa biaya pengiriman barang impor jauh lebih mahal dari perkiraan? Padahal, harga produk sudah cukup kompetitif. Kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi karena ongkos kirim dipengaruhi oleh banyak faktor, yaitu:

1. Volume Barang Lebih Berpengaruh daripada Berat

Banyak orang mengira tarif pengiriman selalu dihitung berdasarkan kilogram. Faktanya, terutama pada pengiriman internasional, perusahaan logistik sering menggunakan volumetric weight atau berat volume. Artinya, barang yang ringan tetapi punya dimensi besar bisa dikenakan biaya lebih tinggi dibanding barang yang padat namun berukuran kecil. Misalnya:

  • Boneka besar
  • Perabot knock down
  • Lampu dekorasi
  • Kemasan produk yang terlalu besar

Karena itulah, supplier biasanya disarankan melakukan optimalisasi packing agar ruang di dalam kontainer maupun pesawat lebih efisien.

2. Jenis Jalur Pengiriman Sangat Menentukan Biaya

Pemilihan moda transportasi menjadi salah satu penentu utama ongkos kirim impor. Biasanya ada beberapa pilihan, yaitu:

Pengiriman laut

  • Biaya lebih ekonomis
  • Cocok untuk barang dalam jumlah besar
  • Waktu pengiriman lebih lama

Pengiriman udara

  • Jauh lebih cepat
  • Tarif lebih mahal
  • Cocok untuk barang bernilai tinggi atau kebutuhan mendesak

Kesalahan memilih jalur pengiriman sering membuat importir membayar jauh lebih mahal dibanding kebutuhan sebenarnya.

3. Musim Logistik (Peak Season)

Salah satu penyebab yang sering tidak disadari adalah peak season. Menjelang momen tertentu seperti Natal, Tahun Baru, Black Friday, Chinese New Year, atau Harbolnas, permintaan pengiriman meningkat drastis. Akibatnya:

  • kapasitas kapal berkurang,
  • slot kontainer menjadi terbatas,
  • tarif freight ikut naik.

Dalam industri logistik internasional, kondisi ini dikenal sebagai supply-demand pricing, yaitu harga mengikuti tingginya permintaan. Importir yang melakukan booking lebih awal biasanya berpeluang mendapatkan tarif yang lebih kompetitif.

4. Harga Freight Internasional Berubah Mengikuti Kondisi Global

Tarif pengiriman internasional sangat dipengaruhi situasi dunia. Contohnya:

  • kenaikan harga bahan bakar kapal,
  • konflik geopolitik,
  • kemacetan pelabuhan,
  • kekurangan kontainer kosong,
  • perubahan rute pelayaran.

Saat pandemi COVID-19 misalnya, tarif kontainer sempat meningkat berkali-kali lipat akibat terganggunya rantai pasok global. Hal ini menunjukkan bahwa ongkos kirim barang impor tidak selalu diprediksi hanya berdasarkan jarak tempuh.

5. Jenis Barang yang Diimpor

Tidak semua produk dikenakan tarif pengiriman yang sama. Barang tertentu memerlukan penanganan khusus, misalnya barang mudah pecah, cairan, baterai lithium, bahan kimia, produk berukuran oversized, dan mesin berat. Semakin tinggi tingkat penanganannya, semakin besar pula biaya logistik.

6. Penggunaan LCL atau FCL

Banyak importir pemula belum memahami perbedaan antara LCL dan FCL. LCL (Less than Container Load) berarti satu kontainer digunakan bersama dengan pengirim lain. Pilihan ini cocok jika volume barang belum penuh satu kontainer.

Sementara FCL (Full Container Load) berarti satu kontainer digunakan secara penuh oleh satu pemilik barang. Meskipun biaya total lebih besar, biaya per unit barang sering kali jadi lebih rendah jika kapasitas kontainer dimanfaatkan secara maksimal.

Baca juga: Perbedaan LCL dan FCL dalam Pengiriman Laut, Mana yang Lebih Menguntungkan?

7. Biaya Tambahan di Pelabuhan

Selain freight, ada berbagai biaya tambahan yang sering terlupakan, seperti:

  • Terminal Handling Charge (THC)
  • biaya dokumentasi
  • storage
  • demurrage
  • detention
  • handling fee
  • customs clearance

Jika proses administrasi terlambat atau dokumen kurang lengkap, biaya tambahan ini bisa terus bertambah setiap harinya.

Baca juga: Rahasia Pebisnis Sukses Menghemat Biaya Logistik Perdagangan Internasional

Apakah Ongkos Kirim Impor Bisa Lebih Murah?

Ya, selama strategi logistik yang digunakan sudah tepat. Cara yang biasanya importir berpengalaman lakukan yaitu:

  • menggabungkan beberapa pesanan menjadi satu pengiriman,
  • memilih moda transportasi sesuai kebutuhan,
  • mengoptimalkan ukuran kemasan,
  • menghindari pengiriman saat peak season,
  • menggunakan layanan logistik yang bisa membantu menentukan jalur pengiriman paling efisien.

Dengan perencanaan yang baik, ongkos kirim barang impor tidak hanya lebih terkendali, tetapi juga membantu menjaga keuntungan bisnis tetap optimal.

Nah, sekarang kamu sudah tahu bahwa mahalnya ongkos kirim barang impor bukan hanya dipengaruhi oleh jarak pengiriman. Faktor seperti volume barang, pemilihan jalur logistik, musim pengiriman, kondisi pasar global, hingga jenis layanan yang digunakan punya pengaruh besar terhadap total biaya impor.

Agar biaya logistik lebih efisien, pilih metode pengiriman yang benar sejak awal. Jika volume barang belum memenuhi satu kontainer, layanan LCL via laut bisa jadi solusi yang lebih hemat. Untuk kebutuhan pengiriman yang lebih cepat, tersedia LCL via udara. Sementara itu, jika impor dalam jumlah besar, FCL via laut memberikan efisiensi biaya per unit yang lebih baik.

Dan kabar baiknya, Ancala Logistic siap membantu menentukan pilihan dan menyediakan layanan pengiriman sesuai dengan kebutuhan bisnis, mulai dari konsultasi hingga proses pengiriman barang dari China ke Indonesia secara lebih aman dan efisien. 

Yuk, hemat biaya sekaligus jaga kelancaran rantai pasok bisnis, hubungi kami sekarang!

FAQ

1. Apa yang paling memengaruhi ongkos kirim impor?

Faktor utamanya meliputi volume barang, berat, jalur pengiriman, musim logistik, jenis barang, serta biaya tambahan di pelabuhan.

2. Apakah pengiriman laut selalu lebih murah daripada udara?

Secara umum iya. Pengiriman laut lebih ekonomis untuk volume besar, sedangkan udara lebih cocok untuk barang yang membutuhkan waktu pengiriman cepat.

3. Mengapa tarif pengiriman internasional sering berubah?

Karena dipengaruhi oleh harga bahan bakar, kondisi ekonomi global, ketersediaan kontainer, kepadatan pelabuhan, hingga permintaan pasar internasional.

4. Kapan sebaiknya memilih LCL dibanding FCL?

LCL lebih tepat jika jumlah barang belum cukup memenuhi satu kontainer. Sebaliknya, FCL lebih efisien untuk pengiriman dalam volume besar.

5. Bagaimana cara menghemat ongkos kirim barang impor?

Beberapa caranya adalah memilih jalur pengiriman yang sesuai, mengoptimalkan ukuran kemasan, menghindari peak season, menggabungkan pengiriman, serta bekerja sama dengan penyedia logistik yang berpengalaman seperti Ancala Logistic.

Banner Promosi

Artikel Terkait