Mengirim barang ke luar negeri bukan sekadar memasukkan produk ke dalam kardus lalu menyerahkannya ke jasa ekspedisi. Dalam proses pengiriman internasional, barang akan melewati berbagai tahap, mulai dari penyortiran, bongkar muat, pemeriksaan bea cukai, pergantian moda transportasi, hingga perjalanan ribuan kilometer melalui laut atau udara. Semakin panjang rantai distribusinya, semakin besar pula risiko kerusakan.
Tak sedikit pelaku bisnis yang mengalami kerugian karena produk tiba dalam kondisi penyok, pecah, lembap, atau bahkan tidak dapat digunakan. Tapi kabar baiknya, sebagian besar kasus tersebut sebenarnya bisa dicegah dengan strategi yang tepat sejak awal. Bagaimana caranya?
Apa Penyebab Kerusakan Barang dalam Pengiriman?
Sebelum membahas solusinya, pahami dahulu penyebab umum barang rusak selama proses pengiriman. Apa saja penyebabnya?
- Benturan saat proses bongkar muat.
- Tekanan akibat penumpukan kargo.
- Getaran selama perjalanan laut atau udara.
- Paparan kelembapan dan perubahan suhu ekstrem.
- Pergeseran barang di dalam kemasan.
- Kesalahan penanganan oleh petugas logistik.
Dengan memahami sumber risikonya, kamu bisa menentukan metode perlindungan yang sesuai dengan karakteristik barang.
Cara Hindari Barang Rusak Saat Pengiriman Internasional
Dalam proses pengiriman ke luar negeri, barang akan melewati berbagai tahapan yang membuatnya rentan terhadap benturan, tekanan, hingga perubahan kondisi lingkungan. Nah, berikut cara menghindari risiko buruk agar produk tetap aman selama perjalanan dan sampai ke tangan penerima dalam kondisi optimal!
1. Pilih Kemasan Sesuai Karakter Produk
Kesalahan paling umum adalah menggunakan kemasan yang sama untuk semua jenis barang. Padahal, setiap produk memiliki kebutuhan perlindungan yang berbeda.
- Barang Pecah Belah
Gunakan bubble wrap minimal dua hingga tiga lapis, lalu tambahkan bantalan seperti busa atau styrofoam pada bagian yang rentan benturan. Ruang kosong di dalam kardus juga harus diisi agar barang tidak bergerak selama perjalanan.
- Elektronik
Selain perlindungan terhadap benturan, elektronik juga rentan terhadap kelembapan. Gunakan silica gel atau desiccant untuk menyerap uap air selama proses pengiriman.
- Barang Berat atau Mesin
Untuk produk berbobot besar, sebaiknya gunakan peti kayu atau pallet yang kokoh. Jika menggunakan kemasan kayu untuk ekspor, pastikan sudah memenuhi standar ISPM 15 agar tidak bermasalah saat pemeriksaan bea cukai.
2. Gunakan Kardus Berkualitas Pengiriman Internasional
Banyak pengirim tergoda menggunakan kardus bekas demi menghemat biaya. Padahal, kardus yang pernah digunakan memiliki daya tahan yang sudah menurun. Jadi, gunakan kardus baru dengan spesifikasi sesuai berat barang:
- Single wall untuk barang ringan.
- Double wall untuk barang rapuh atau berbobot sedang.
- Triple wall untuk barang berat dan bernilai tinggi.
Investasi kecil pada kemasan sering kali bisa menghindarkan kerugian yang jauh lebih besar.
3. Terapkan Teknik Double Boxing
Teknik ini banyak digunakan oleh eksportir profesional untuk barang bernilai tinggi. Caranya:
- Bungkus produk dengan kemasan primer.
- Masukkan ke kardus pertama.
- Beri bantalan tambahan.
- Masukkan kembali ke kardus kedua yang lebih besar.
Metode ini mampu menyerap guncangan lebih baik daripada penggunaan satu lapis kardus saja.
Baca juga: Kesalahan dalam Pengiriman Internasional yang Bisa Merugikan Bisnis
4. Beri Label Penanganan yang Jelas
Label seperti Fragile,This Side Up, Handle With Care, dan Do Not Stack bisa membantu petugas memahami cara menangani paket dengan benar. Meski tidak menjamin 100%, label yang jelas dapat mengurangi risiko perlakuan yang tidak sesuai selama proses distribusi.
5. Jangan Abaikan Asuransi Pengiriman
Banyak pelaku usaha masih menganggap asuransi sebagai biaya tambahan yang tidak perlu. Padahal untuk barang bernilai tinggi, asuransi bisa menjadi penyelamat ketika terjadi kerusakan, kehilangan, atau insiden lain di luar kendali pengirim.
Pastikan kamu memahami cakupan perlindungan, prosedur klaim, serta dokumentasi yang diperlukan sebelum pengiriman dilakukan.
6. Pilih Partner Logistik Berpengalaman
Selain kemasan, faktor lain yang sangat menentukan adalah pemilihan perusahaan logistik. Forwarder atau penyedia jasa logistik berpengalaman biasanya memiliki SOP penanganan barang, sistem tracking yang jelas, serta pemahaman terhadap regulasi ekspor-impor sehingga bisa menekan risiko kerusakan sejak awal.
Terutama jika kamu rutin melakukan pengiriman internasional untuk kebutuhan bisnis, bekerja sama dengan partner logistik yang tepat akan memberikan ketenangan sekaligus efisiensi operasional.
Jadi, cara menghindari barang rusak saat pengiriman internasional tidak cukup hanya dengan membungkus barang seadanya. Kamu perlu memperhatikan jenis kemasan, teknik packing, perlindungan terhadap kelembapan, penggunaan pallet yang sesuai standar, hingga memilih layanan logistik yang tepat. Semakin matang persiapan, semakin kecil risiko kerusakan yang bisa merugikan bisnis maupun pelanggan.
Nah, untuk logistik yang praktis dan aman, kamu bisa mengandalkan Ancala Logistic! Kami hadir dengan layanan pengiriman impor yang didukung berbagai opsi seperti pengiriman LCL via laut dan udara, FCL via laut, layanan door to door. Lebih dari itu, agar kamu bingung belanja dari Alibaba, Taobao, 1688 atau Tmall, kami menyediakan jasa belanja sebagai solusinya. Selain itu, proses pembayaran ke supplier China bisa lebih lebih praktis melalui layanan RMB Express.
Lengkap, bukan? Tunggu apalagi? Yuk, hubungi kami dan konsultasikan kebutuhan logistik bisnismu sekarang juga!
FAQ
1. Apa penyebab utama barang rusak saat pengiriman?
Penyebabnya antara lain benturan selama transit, penumpukan kargo, kelembapan, perubahan suhu, serta kemasan yang tidak sesuai dengan karakteristik barang.
2. Apakah bubble wrap saja sudah cukup untuk melindungi barang?
Tidak selalu. Untuk barang rapuh atau bernilai tinggi, sebaiknya dikombinasikan dengan foam, styrofoam, atau teknik double boxing.
3. Kapan sebaiknya menggunakan peti kayu?
Peti kayu direkomendasikan untuk barang berat, mesin, atau produk yang membutuhkan perlindungan ekstra selama perjalanan jarak jauh.
4. Mengapa standar ISPM 15 penting dalam pengiriman internasional?
Karena banyak negara mewajibkan kemasan kayu ekspor memenuhi standar ISPM 15 untuk mencegah penyebaran hama dan mempermudah proses customs clearance.
5. Apakah asuransi pengiriman wajib?
Tidak selalu wajib, tetapi sangat disarankan terutama untuk barang bernilai tinggi agar kerugian dapat diminimalkan jika terjadi kerusakan atau kehilangan.
