Blog

Cara Impor Barang dari China dalam Jumlah Kecil Tanpa Ribet

Diposting oleh : : - Waktu Baca 9 menit
Cara impor barang dari China
cara impor barang dari China

Banyak orang mulai mencari tahu cara impor barang dari China karena harga produknya terkenal lebih murah dan pilihannya beragam, cocok untuk berbisnis. Mulai dari fashion, aksesoris gadget, perlengkapan rumah tangga, hingga kebutuhan usaha, semuanya mudah ditemukan di marketplace internasional. Tidak heran, sekarang makin banyak UMKM dan seller online yang mencoba mendatangkan barang langsung dari China untuk mendapatkan keuntungan lebih besar.

Sayangnya, masih banyak yang mengira impor harus modal besar, wajib satu kontainer penuh, atau prosesnya ribet karena berhubungan dengan bea cukai dan dokumen pengiriman. Padahal kenyataannya, saat ini proses impor sudah jauh lebih praktis, bahkan untuk pembelian dalam jumlah kecil sekalipun. 

Nah, bagaimana cara impor barang dalam jumlah kecil dari China? Yuk, cari tahu! 

Kenapa Banyak Pebisnis Mulai Impor Barang dari China?

China masih menjadi salah satu pusat manufaktur terbesar di dunia. Mulai dari aksesoris gadget, fashion, perlengkapan rumah tangga, hingga alat usaha bisa ditemukan dengan harga jauh lebih murah dibanding pasar lokal.

Selain itu, platform seperti Alibaba, 1688, Taobao, dan Made in China membuat proses pencarian supplier jadi lebih mudah. Bahkan untuk pembelian kecil sekalipun, supplier China sekarang banyak yang melayani order skala UMKM.

Hal menarik lainnya, banyak forwarder saat ini sudah menyediakan layanan door to door. Jadi, kamu tidak perlu repot mengurus proses pelabuhan, customs clearance, atau dokumen impor secara mandiri. 

Cara Impor Barang dari China untuk Pemula

Nah, jika kamu baru pertama kali mencoba impor barang dari China, berikut cara impor barang dari China dengan alur yang paling aman dan realistis.

1. Tentukan Produk yang Mau Diimpor

Jangan langsung impor banyak jenis barang sekaligus. Fokus dulu pada produk yang memang punya demand di market Indonesia. Idealnya pilih barang yang:

  • Mudah dijual ulang
  • Margin keuntungan cukup besar
  • Tidak terlalu besar atau berat
  • Tidak membutuhkan izin khusus

Untuk tahap awal, hindari produk yang perlu sertifikasi tambahan seperti makanan, kosmetik, atau alat kesehatan karena regulasinya lebih kompleks.

2. Cari Supplier yang Kredibel

Saat mencari supplier di Alibaba atau 1688, jangan hanya tergiur harga murah. Perhatikan juga:

  • Rating dan review supplier
  • Lama supplier beroperasi
  • Respons chat
  • Foto asli produk
  • Minimum Order Quantity (MOQ)

Jika perlu, minta video produk asli sebelum pembayaran.

3. Gunakan Pengiriman LCL atau Air Freight

Ini salah satu trik penting supaya impor skala kecil tetap hemat. Jika barangmu belum cukup untuk satu kontainer penuh, gunakan layanan:

  • LCL via laut untuk barang volume kecil
  • Air freight yang cocok untuk barang ringan dengan estimasi sampai lebih cepat

Banyak forwarder sekarang bahkan menerima pengiriman mulai dari hitungan kilogram atau sebagian CBM saja. 

Berapa Minimal Impor Barang dari China?

Tenang saja, tidak ada aturan harus impor satu kontainer penuh. Saat ini banyak jasa forwarder yang menerima  pengiriman mulai 1 kg via udara dan mulai 0,1 CBM via laut. Artinya, kamu tetap bisa mencoba impor meski modal masih terbatas. Sistem konsolidasi barang membuat paket dari beberapa importir digabung dalam satu pengiriman sehingga biaya jadi lebih efisien. 

Apakah Impor dari China Harus Punya PT?

Tidak selalu. Untuk impor kecil atau tahap awal, banyak pebisnis menggunakan jasa forwarder yang menyediakan layanan undername atau impor borongan. Dengan sistem ini, proses dokumen dan kepabeanan dibantu oleh pihak forwarder. Namun, jika bisnis sudah berkembang dan rutin impor jumlah besar, memiliki legalitas usaha sendiri tentu lebih disarankan agar proses perpajakan dan administrasi lebih aman dalam jangka panjang.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Importir Pemula

Banyak orang gagal bukan karena produknya jelek, tapi karena salah menghitung biaya impor. Kesalahan paling umum, yaitu:

  • Hanya menghitung harga barang
  • Tidak menghitung bea masuk dan pajak
  • Salah memilih jalur pengiriman
  • Tergiur ongkir murah tanpa detail biaya
  • Tidak mengecek regulasi produk

Karena itu, sebelum order besar, lebih aman test order kecil dahulu. Selain itu, pastikan kamu memahami total landed cost, yaitu total biaya barang sampai ke tanganmu, bukan hanya harga produk dari supplier. Banyak importir pemula akhirnya rugi karena biaya handling dan customs clearance muncul belakangan. 

Tips Supaya Impor Kecil Tetap Untung

Ada beberapa strategi yang sering digunakan seller berpengalaman, yaitu:

  • Fokus pada produk niche
  • Hindari perang harga
  • Cari supplier langsung dari pabrik
  • Gunakan jasa forwarder yang transparan
  • Mulai dari volume kecil lalu scale up

Jadi, sebenarnya, proses impor sekarang jauh lebih praktis dibanding dulu. Kamu tidak harus mengurus semuanya sendiri. Banyak forwarder modern sudah menyediakan layanan lengkap mulai dari pickup barang di China, pengiriman laut atau udara, customs clearance, hingga pengiriman ke alamat tujuan di Indonesia. 

Nah, untuk forwarder yang bisa diandalkan, kamu bisa bekerja sama dengan Ancala Logistic. Kami menyediakan layanan yang cocok untuk kebutuhan impor dari China seperti pengiriman LCL via laut dan udara, FCL via laut, customs clearance, hingga manajemen logistik yang membantu proses impor jadi lebih praktis, aman, dan efisien. 

Lebih dari itu, ada juga layanan RMB Express untuk mempermudah transaksi pembayaran supplier di China, serta layanan jasa belanja yang cocok untuk kamu yang masih bingung saat proses pembelian barang dari marketplace atau supplier China. Cocok untuk pemula, UMKM, maupun pebisnis yang ingin scale up bisnis impor.

Lengkap, bukan? Jadi, yuk, hubungi kami untuk kerja sama!

 

Banner Promosi

Artikel Terkait