Blog

Bagaimana Cara Menghitung Volume Pengiriman Barang dari China? 

Diposting oleh : : - Waktu Baca 6 menit
volume pengiriman
volume pengiriman

Jika kamu baru memulai impor, istilah CBM (Cubic Meter) pasti sering muncul saat bertanya ongkir ke forwarder. Hal ini karena volume pengiriman menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi biaya kirim barang dari China, selain berat barang dan jenis layanan yang dipilih. Bahkan, barang yang bobotnya ringan bisa saja membutuhkan biaya lebih besar jika ukurannya memakan banyak ruang. Karena itu, mengetahui volume barang sejak awal akan membantu memperkirakan biaya pengiriman dan menghitung modal impor dengan lebih matang.

Lalu, bagaimana cara menghitung CBM barang dari China dengan benar? Tenang, rumusnya sebenarnya cukup sederhana dan bisa dilakukan sendiri sebelum melakukan order. Yuk, pahami rumus dan contoh perhitungannya!

Kenapa Volume Pengiriman Penting Dihitung Sebelum Order?

Alasannya sederhana, yaitu forwarder tidak selalu mengenakan biaya berdasarkan berat barang saja. Ada barang yang beratnya ringan tetapi memakan banyak ruang di kontainer, seperti boneka atau produk plastik. Jenis barang seperti ini biasanya dikenakan biaya berdasarkan volume pengiriman, bukan berat asli.

Sebaliknya, ada pula barang berat tetapi ukurannya kecil, seperti besi atau onderdil logam. Barang jenis ini biasanya tetap dihitung berdasarkan berat aslinya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui dulu mana yang akan dipakai forwarder sebelum kamu memperkirakan total biaya kirim.

Cara Menghitung Volume Distribusi via Jalur Laut

Untuk pengiriman laut, rumus dasarnya cukup sederhana. Kamu cukup mengalikan panjang, lebar, dan tinggi barang dalam satuan meter.

Rumus: Panjang (m) × Lebar (m) × Tinggi (m) = Volume dalam CBM

Contohnya, kamu punya kardus berukuran 50 cm x 40 cm x 60 cm. Setelah dikonversi ke meter, hasilnya adalah 0,5 m x 0,4 m x 0,6 m = 0,12 CBM. Jika kamu mengirim 10 kardus dengan ukuran sama, tinggal kalikan saja menjadi 1,2 CBM.

Cara Menghitung Volume Distribusi via Jalur Udara

Berbeda dengan laut, jalur udara menggunakan rumus berat volumetrik dengan pembagi angka 6.000. Rumus: (Panjang cm × Lebar cm × Tinggi cm) ÷ 6.000 = Berat Volume (kg)

Misalnya, barangmu berukuran 90cm x 90cm x 90cm dengan berat asli 150kg. Hasil perhitungannya adalah (90 x 90 x 90) ÷ 6.000 = 121,5 kg berat volume. Karena berat asli lebih besar dari berat volume, forwarder biasanya akan mengenakan biaya berdasarkan berat asli, bukan hasil volumetrik.

Jalur Kirim Rumus Satuan Hasil
Laut (Sea Freight) P (m) × L (m) × T (m) CBM (m³)
Udara (Air Freight) (P cm × L cm × T cm) ÷ 6.000 Kg (berat volume)

Apakah Volume Distribusi Selalu Menentukan Biaya Kirim?

Tidak selalu. Forwarder biasanya membandingkan dua angka terlebih dahulu, yaitu hasil perhitungan volume dan berat asli barang. Mana yang lebih besar, itulah yang dipakai untuk menentukan tarif. Jadi, jika barangmu ringan tetapi memakan banyak tempat, kamu akan dikenakan tarif berdasarkan volume. Sebaliknya, jika barangmu padat dan berat, tarif berdasarkan berat asli yang berlaku.

Nah sebetulnya, menghitung volume pengiriman sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Untuk jalur laut, tinggal kalikan panjang, lebar, dan tinggi dalam meter. Untuk jalur udara, gunakan rumus berat volumetrik dengan pembagi 6.000. Dengan memahami cara penghitungan ini, kamu bisa menanggulangi ongkir yang berlebih.

Kami ingin lebih praktis? Ancala Logistic siap bantu menghitung kebutuhan pengiriman berdasarkan ukuran dan berat barang impor. Kamu bisa memilih layanan LCL via laut untuk barang dengan volume yang belum memenuhi satu kontainer, FCL via laut untuk pengiriman dalam jumlah besar, atau pengiriman udara jika butuh waktu pengiriman yang lebih cepat. Tim kami juga siap membantu memberikan estimasi biaya berdasarkan volume maupun berat barang sehingga kamu bisa menentukan opsi pengiriman yang paling sesuai dengan kebutuhan dan budget.

Jadi, tidak perlu menebak-nebak biaya kirim sebelum order. Hubungi kami dan kirimkan detail ukuran, jumlah, serta berat barang kepada kami, lalu konsultasikan jalur pengiriman yang paling tepat untuk kebutuhan impor!

FAQ

1. Apa itu CBM dalam pengiriman barang?
CBM (Cubic Meter) adalah satuan volume yang dipakai untuk menghitung ruang yang ditempati barang saat pengiriman, biasanya untuk jalur laut.

2. Kenapa barang ringan bisa dikenakan biaya lebih mahal dari perkiraan?
Karena barang tersebut memakan banyak ruang meski beratnya ringan, sehingga forwarder mengenakan biaya berdasarkan volume, bukan berat asli.

3. Apakah rumus CBM sama untuk semua forwarder?
Rumus dasarnya sama, tetapi batas maksimal berat per CBM bisa berbeda antar forwarder, biasanya sekitar 500–600 kg per CBM.

4. Apa bedanya berat aktual dan berat volumetrik?
Berat aktual adalah berat asli barang di timbangan, sedangkan berat volumetrik adalah hasil konversi dari ukuran barang menggunakan rumus tertentu.

5. Pengiriman apa yang lebih cocok menggunakan perhitungan volume?
Barang yang ukurannya besar tetapi ringan, seperti produk plastik atau tekstil, biasanya lebih diuntungkan dengan perhitungan berdasarkan berat, bukan volume.

Banner Promosi

Artikel Terkait