Menemukan barang yang sedang viral di China bisa menjadi peluang menarik bagi pebisnis yang ingin mencari ide produk baru. Masalahnya, tren di China sering bergerak jauh lebih cepat dibandingkan pasar Indonesia. Ketika sebuah produk China mulai ramai dibicarakan, dalam hitungan minggu saja bisa muncul ratusan penjual dan variasi barang serupa.
Karena itu, jangan hanya mengandalkan video TikTok atau marketplace Indonesia untuk mencari inspirasi. Ada cara yang lebih strategis, yaitu mengamati langsung ekosistem digital China seperti Douyin, Xiaohongshu, Taobao, hingga 1688. Dari sana, kamu bisa melihat produk apa yang sedang mendapatkan perhatian sebelum trennya benar-benar masuk ke pasar Indonesia.
Yuk, cari tahu cara detailnya!
Bagaimana Cara Tahu Produk yang Viral di China?
Ada cara yang bisa kamu gunakan untuk meriset. Supaya hasilnya tidak sekadar mengikuti tren sesaat, sebaiknya kombinasikan beberapa cara sekaligus. Berikut kami kupas satu per satu!
1. Pantau Douyin untuk Melihat Produk yang Ramai Dibicarakan
Douyin bisa jadi tempat awal untuk menemukan tren yang sedang berkembang. Perhatikan video yang mendapatkan view dan engagement tinggi, terutama video yang memperlihatkan penggunaan produk secara langsung.
Jangan hanya melihat produknya. Perhatikan juga:
- Berapa banyak video berbeda yang membahas produk serupa?
- Apakah komentar menunjukkan ketertarikan untuk membeli?
- Apakah produk muncul dari beberapa kreator sekaligus?
- Adakah pola penggunaan atau masalah yang diselesaikan produk tersebut?
Jika sebuah barang muncul berulang kali dari akun yang berbeda, sinyal trennya biasanya lebih menarik dibandingkan satu video yang kebetulan viral.
2. Gunakan Xiaohongshu untuk Membaca Respons Konsumen
Xiaohongshu atau RED menarik untuk mencari tren lifestyle, fashion, kecantikan, rumah tangga, hingga kebutuhan sehari-hari. Di sini, jangan hanya mencari postingan dengan jumlah like besar. Baca komentar dan ulasan pengguna. Produk yang benar-benar memiliki potensi biasanya memunculkan percakapan seperti pertanyaan harga, tempat membeli, rekomendasi merek, atau pengalaman setelah menggunakan produk.
Dengan kata lain, Xiaohongshu bisa membantu menjawab pertanyaan yang tidak selalu terlihat dari angka penjualan.
3. Cek Taobao dan 1688 untuk Validasi Produk
Setelah menemukan produk menarik dari media sosial, langkah berikutnya cek di marketplace China.
Taobao bisa kamu gunakan untuk melihat bagaimana produk dipasarkan kepada konsumen, sedangkan 1688 membantu mencari versi grosir dan supplier. Platform domestik China seperti Taobao dan 1688 juga punya variasi produk yang luas sehingga sering digunakan sebagai sumber pencarian oleh pembeli dan reseller.
Gunakan kata kunci dalam bahasa Mandarin dan manfaatkan fitur pencarian gambar jika tersedia. Pasalnya, nama atau istilah sebuah produk di Indonesia belum tentu sama dengan kata kunci yang digunakan oleh penjual di China.
Contohnya, jangan berhenti pada satu listing. Bandingkan beberapa toko berdasarkan:
- jumlah transaksi,
- jumlah ulasan,
- rating toko,
- variasi produk,
- harga grosir,
- MOQ atau minimum pembelian,
- dan konsistensi kualitas berdasarkan foto atau video pembeli.
4. Manfaatkan Google Trends sebagai Validasi Tambahan
Google Trends bisa digunakan untuk melihat apakah perhatian terhadap suatu istilah atau kategori produk China ikut meningkat. Google sendiri menyediakan fitur Trending Now untuk melihat pencarian yang sedang mengalami kenaikan di wilayah tertentu, termasuk China.
Tapi, jangan menjadikan Google Trends sebagai satu-satunya patokan. Ada kemungkinan sebuah produk sangat populer di China tetapi belum banyak dicari menggunakan istilah bahasa Inggris atau Indonesia. Sebaliknya, pencarian yang tinggi belum tentu berarti produknya memiliki peluang bisnis bagus.
Jadi, gunakan Google Trends untuk melihat arah perhatian pasar, lalu cocokkan dengan data marketplace dan media sosial China.
Apa Ciri-Ciri Barang yang Sedang Viral di China?
Produk yang berpotensi viral biasanya punya pola. Tidak harus semuanya terpenuhi, tapi semakin banyak sinyal yang muncul, semakin menarik produk tersebut untuk diteliti. Beberapa indikatornya yaitu:
- Banyak konten organik. Produk muncul di berbagai akun, bukan hanya iklan berbayar.
- Terjadi peningkatan penjualan. Jumlah transaksi dan ulasan bertambah secara konsisten.
- Banyak variasi supplier. Ketika beberapa supplier mulai menawarkan produk serupa, biasanya permintaan mulai terbentuk.
- Muncul variasi baru. Produsen mulai membuat warna, ukuran, desain, atau fungsi tambahan.
- Produk mudah didemonstrasikan. Barang yang punya efek visual sebelum-sesudah atau menyelesaikan masalah tertentu lebih mudah mendapatkan perhatian di video pendek.
Tapi hati-hati. Viral tidak otomatis berarti menguntungkan. Kompetisi bisa menjadi sangat ketat ketika terlalu banyak seller menjual barang yang sama.
Baca juga: Cara Menganalisis Tren Produk Sebelum Impor, Yuk, Cari Tahu!
Bagaimana Membawa Barang Viral dari China ke Indonesia?
Setelah menemukan produk China yang menarik, tantangan berikutnya adalah proses pembelian dan pengiriman. Tidak semua supplier di marketplace domestik China menyediakan pengiriman langsung ke Indonesia.
Di sinilah jasa pendukung impor membantu menyederhanakan proses. Untuk kamu yang ingin mencari dan membeli barang dari marketplace seperti 1688, Taobao, atau platform China lainnya, Ancala Logistic menyediakan layanan jasa belanja sehingga proses pembelian bisa kami bantu dari sisi transaksi dan pengadaan barang.
Untuk pembayaran supplier, tersedia pula RMB Express untuk membantu kebutuhan pembayaran dalam mata uang RMB kepada supplier di China. Setelah barang dibeli, proses berikutnya tentu perlu diperhatikan, mulai dari pengumpulan barang hingga pengiriman ke Indonesia melalui layanan logistik yang sesuai (FCL atau LCL).
Jadi, alurnya tidak berhenti pada menemukan produk viral. Kamu juga perlu memastikan barang tersebut bisa dibeli, dibayar, dikonsolidasikan, dan dikirim ke Indonesia dengan perhitungan biaya yang masuk akal.
Jangan Hanya Cari Produk Viral, Cari Produk yang Bisa Dijual
Intinya, menemukan barang yang sedang ramai di China memang menarik, tetapi pekerjaan sebenarnya justru dimulai setelah produk ditemukan. Kamu perlu memastikan ada permintaan, menghitung margin, mengecek supplier, mempertimbangkan regulasi, lalu menghitung seluruh biaya sampai barang tiba di Indonesia.
Jadi, jangan hanya mengejar produk China yang sedang viral. Cari produk yang punya peluang untuk bertahan dan menghasilkan margin yang sehat. Dengan riset yang tepat dan proses impor yang lebih terencana, tren dari China bisa menjadi peluang bisnis yang jauh lebih menarik.
FAQ
1. Di mana tempat mencari produk yang sedang viral di China?
Douyin, Xiaohongshu, Taobao, 1688, serta Google Trends. Gunakan beberapa sumber sekaligus agar tidak hanya bergantung pada satu indikator.
2. Apakah produk viral di China pasti laku di Indonesia?
Tidak. Perbedaan daya beli, tren, kebutuhan konsumen, regulasi, dan tingkat persaingan membuat performanya berbeda di Indonesia.
3. Apakah 1688 cocok untuk mencari produk untuk dijual kembali?
Ya. 1688 banyak digunakan untuk kebutuhan grosir sehingga dapat menjadi salah satu sumber pencarian supplier dan produk. Tapi, kamu tetap perlu mengecek reputasi seller, MOQ, kualitas, dan biaya pengiriman.
4. Bagaimana mengetahui produk yang viral bukan sekadar tren sesaat?
Bandingkan beberapa indikator, seperti pertumbuhan transaksi, jumlah ulasan, kemunculan di berbagai akun, jumlah supplier yang menawarkan barang serupa, dan perkembangan pencarian. Jika sinyal tersebut konsisten, peluangnya lebih menarik untuk diteliti.
5. Apakah bisa membeli barang dari China tanpa datang langsung ke China?
Bisa. Gunakan marketplace China dan memanfaatkan jasa belanja untuk membantu proses pembelian. Setelah itu, barang dapat diproses melalui layanan logistik untuk dikirim ke Indonesia.
