Blog

7 Kesalahan Umum Saat Impor Barang yang Sering Dilakukan Pebisnis

Diposting oleh : : - Waktu Baca 9 menit
Impor barang
impor barang

Bisnis global semakin terbuka, sehingga impor barang menjadi salah satu strategi yang banyak digunakan pebisnis untuk mendapatkan produk dengan harga lebih kompetitif atau barang yang belum tersedia di pasar lokal. Namun dalam praktiknya, proses impor tidak sesederhana membeli barang dari luar negeri lalu mengirimkannya ke Indonesia.

Banyak pelaku usaha, terutama pemula, mengalami kerugian karena kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari sejak awal. Mulai dari dokumen yang tidak lengkap hingga salah menghitung biaya impor. Jika tidak dipahami dengan baik, kesalahan ini bisa menyebabkan barang tertahan di pelabuhan, terkena denda, bahkan gagal masuk ke pasar.

Nah, agar bisa menjalankan bisnis impor dengan lebih aman dan efisien, yuk, cari tahu kesalahan yang sering dilakukan pebisnis!

7 Kesalahan Umum Saat Impor Barang

Sebelum menjalankan bisnis impor, pahami dahulu risiko yang bisa terjadi dalam prosesnya. Nah, berikut kesalahan yang perlu kamu hindari agar proses impor berjalan lebih lancar dan tidak merugikan bisnis.

1. Tidak Memahami Regulasi Impor di Negara Tujuan

Kesalahan paling sering terjadi adalah kurangnya pemahaman mengenai regulasi impor. Setiap negara memiliki aturan berbeda terkait barang yang boleh atau tidak boleh masuk ke wilayahnya. Misalnya, beberapa produk memerlukan izin khusus, sertifikasi tertentu, atau bahkan dilarang untuk diimpor. Tanpa memahami aturan ini, barang bisa ditolak oleh bea cukai atau dikenakan biaya tambahan.

Tipsnya, sebelum melakukan impor, lakukan riset mengenai:

  • aturan larangan dan pembatasan barang
  • regulasi produk di negara tujuan
  • izin atau sertifikasi yang diperlukan

2. Dokumen Impor Tidak Lengkap atau Tidak Akurat

Dalam perdagangan internasional, dokumen adalah fondasi utama. Dokumen seperti invoice, packing list, dan bill of lading harus akurat dan sesuai dengan isi barang. Kesalahan kecil seperti salah menulis jumlah barang atau deskripsi produk bisa menyebabkan barang tertahan di pelabuhan selama berhari-hari.

Nah, dokumen yang biasanya diperlukan dalam proses impor antara lain:

  • Commercial Invoice
  • Packing List
  • Bill of Lading / Airway Bill
  • Certificate of Origin

3. Salah Menentukan HS Code Barang

HS Code (Harmonized System Code) adalah sistem klasifikasi internasional untuk produk perdagangan. Kesalahan dalam menentukan HS Code bisa berdampak langsung pada tarif pajak dan bea masuk yang harus dibayar. 

Jika klasifikasi barang tidak tepat, konsekuensinya bisa berupa:

  • pajak impor lebih tinggi
  • pemeriksaan tambahan oleh bea cukai
  • denda administrasi

Karena itu, penting untuk memastikan HS Code sesuai dengan jenis produk yang diimpor.

Baca juga: Apa itu HS Code? Penjelasan, Fungsi, dan Cara Mencari HS Code untuk Komoditas Kamu!

4. Tidak Menghitung Total Biaya Impor Menyeluruh

Banyak pebisnis pemula hanya menghitung harga barang dan ongkos kirim. Padahal dalam impor barang, ada banyak biaya tambahan yang perlu diperhitungkan. Beberapa komponen biaya tersebut antara lain:

  • bea masuk
  • PPN impor
  • biaya handling pelabuhan
  • biaya penyimpanan
  • biaya custom clearance

Jika tidak dihitung sejak awal, margin keuntungan bisnis bisa tergerus bahkan berubah menjadi kerugian. 

5. Mengabaikan Pengemasan dan Perlindungan Barang

Barang impor biasanya menempuh perjalanan jauh melalui laut atau udara. Tanpa pengemasan yang tepat, risiko kerusakan menjadi lebih besar. Kesalahan yang sering terjadi adalah:

  • kemasan tidak sesuai standar ekspor
  • tidak menggunakan pallet atau crate
  • tidak memberi label fragile

Dalam perdagangan internasional, pengemasan yang tepat sangat penting agar barang tetap aman selama perjalanan.

6. Tidak Menggunakan Asuransi Pengiriman

Banyak pelaku bisnis menganggap asuransi sebagai biaya tambahan yang tidak perlu. Padahal risiko kerusakan atau kehilangan barang selama pengiriman internasional cukup tinggi. Tanpa asuransi, seluruh kerugian harus ditanggung sendiri oleh importir. Oleh karena itu, perlindungan cargo insurance sebaiknya menjadi bagian dari strategi impor yang profesional.

7. Tidak Menggunakan Partner Logistik yang Tepat

Kesalahan terakhir yang sering terjadi adalah memilih partner logistik tanpa pengalaman di bidang impor. Padahal freight forwarder berperan besar dalam kelancaran proses pengiriman.

Partner logistik yang profesional biasanya membantu dalam:

  • pengurusan dokumen impor
  • pengiriman internasional
  • custom clearance
  • estimasi biaya impor

Tanpa dukungan partner logistik yang tepat, proses impor barang bisa menjadi jauh lebih rumit dan memakan waktu.

Apakah Semua Barang Bisa Diimpor Ke Indonesia?

Tidak semua barang bebas diimpor. Beberapa produk termasuk dalam kategori larangan dan pembatasan sehingga perlu izin khusus dari pemerintah. Biasanya aturan ini berkaitan dengan keamanan, kesehatan, lingkungan, hingga perlindungan industri dalam negeri. Karena itu, sebelum melakukan impor, penting untuk memastikan terlebih dahulu apakah barang yang akan kamu datangkan memerlukan perizinan tambahan atau tidak.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa menjalankan bisnis impor barang memang memiliki potensi keuntungan besar, tetapi juga membutuhkan pemahaman yang matang. Mulai dari regulasi, dokumen, klasifikasi barang, hingga perhitungan biaya harus dipersiapkan secara detail agar proses impor berjalan lancar.

Intinya, kesalahan kecil dalam proses impor bisa berdampak besar pada waktu, biaya, bahkan kelangsungan bisnis. Karena itu, bekerja sama dengan partner logistik yang berpengalaman menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko.

Nah, untuk proses impor lebih praktis dan aman, kamu bisa bekerja sama dengan Ancala Logistic! Kami menyediakan berbagai layanan freight forwarding untuk kebutuhan bisnis impor, seperti pengiriman FCL via laut untuk volume besar, LCL via laut bagi kamu yang ingin berbagi container agar lebih hemat biaya, hingga LCL via udara untuk pengiriman yang membutuhkan waktu lebih cepat.

Ada juga layanan RMB Express yang memudahkan transaksi dan pengiriman barang dari China, serta jasa belanja bagi kamu yang ingin membeli produk dari supplier luar negeri tanpa harus repot mengurus proses pembelian sendiri.

Ingin proses impor lebih mudah dan terpercaya? Hubungi kami sekarang juga untuk mendapatkan konsultasi dan solusi pengiriman terbaik sesuai kebutuhan bisnis kamu!

Banner Promosi

Artikel Terkait