Blog

10 Rempah-rempah Indonesia yang Banyak Diekspor

Diposting oleh : : - Waktu Baca 16 menit
Rempah-rempah Indonesia yang sering diekspor
Rempah-rempah Indonesia yang sering diekspor

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara penghasil rempah dengan keragaman komoditas yang tinggi. Iklim tropis dan kondisi tanah di berbagai daerah mendukung produksi lada, pala, cengkeh, kayu manis, jahe, kunyit, dan tanaman rempah lainnya.

Rempah Indonesia tidak hanya digunakan sebagai bumbu masakan. Komoditas ini juga menjadi bahan baku industri makanan dan minuman, minyak atsiri, kosmetik, farmasi, serta produk herbal.

Pasar tujuan setiap rempah dapat berubah dari tahun ke tahun, tergantung kualitas panen, harga, permintaan, dan klasifikasi produknya. Data perdagangan juga perlu dibaca berdasarkan kode HS karena rempah segar, kering, bubuk, dan hasil ekstraksinya dapat tercatat dalam kelompok berbeda. Data ekspor terbaru dapat diperiksa melalui BPS atau basis data perdagangan internasional seperti WITS–UN Comtrade.

Mengapa Rempah Indonesia Diminati Pasar Internasional?

Rempah asal Indonesia mempunyai karakter rasa dan aroma yang khas. Sejumlah daerah juga telah dikenal sebagai sentra produksi komoditas tertentu, seperti pala dari Maluku, lada putih dari Bangka Belitung, serta kayu manis dari Sumatra.

Namun, asal daerah saja belum cukup untuk memenangkan pasar ekspor. Pembeli internasional biasanya mempertimbangkan beberapa aspek berikut:

  • konsistensi warna, aroma, ukuran, dan kadar air;
  • kebersihan serta keamanan produk;
  • hasil pengujian residu dan kontaminan;
  • kemampuan memenuhi volume pesanan;
  • kemasan yang sesuai;
  • ketelusuran asal produk;
  • dokumen dan sertifikasi yang diwajibkan negara tujuan.

Karena itu, eksportir perlu memastikan rempah diproses, disimpan, dan dikirim menggunakan standar yang sesuai dengan kebutuhan pembeli.

Negara-negara yang Menggandrungi Rempah Khas Indonesia

10 Rempah-rempah Indonesia yang Paling Banyak Diekspor

1. Lada (Merica)

Lada, rempah tertua yang diekspor Indonesia
Lada, rempah tertua yang diekspor Indonesia

Salah satu komoditas rempah Indonesia yang telah lama diperdagangkan secara internasional. Indonesia menghasilkan lada putih dan lada hitam dengan karakter yang berbeda.

Lada putih banyak dikaitkan dengan Bangka Belitung, sedangkan lada hitam dihasilkan oleh sejumlah wilayah, termasuk Lampung dan Kalimantan. Produk ini dipasarkan dalam bentuk biji utuh, pecah, maupun bubuk.

Lada digunakan sebagai bumbu, bahan makanan olahan, campuran saus, dan bahan untuk industri tertentu. Dalam ekspor, kadar air, kebersihan, tingkat kepedasan, serta bebasnya produk dari jamur dan kontaminasi menjadi faktor penting.
🔹 Negara pengimpor utama: Amerika Serikat, Jerman, Vietnam, dan Belanda

2. Pala

Pala, rempah yang menghasilkan aroma khas
Pala, rempah yang menghasilkan aroma khas

Rempah yang secara historis berkaitan erat dengan Kepulauan Banda, Maluku. Tanaman pala menghasilkan dua komoditas bernilai ekonomi, yaitu biji pala dan fuli atau selaput berwarna kemerahan yang menyelimuti bijinya.

Pala digunakan sebagai bahan pangan, minuman, minyak atsiri, kosmetik, dan produk herbal. Produk dapat diekspor dalam bentuk utuh, bubuk, fuli, atau hasil penyulingan.

Kualitas pala perlu diperhatikan karena komoditas ini dapat mengalami masalah jamur dan kontaminasi apabila proses pengeringan serta penyimpanannya kurang baik. Eksportir perlu menjaga kadar air, kebersihan, dan ketelusuran produk.
🔹 Negara pengimpor utama: Belanda, India, Jepang, dan Amerika Serikat

3. Cengkeh

Cengkeh Indonesia punya aroma yang kuat dan kualitas tinggi
Cengkeh Indonesia punya aroma yang kuat dan kualitas tinggi

Rempah aromatik yang berasal dari wilayah Indonesia bagian timur dan kini dibudidayakan di berbagai daerah. Bagian yang diperdagangkan umumnya berupa bunga yang telah dikeringkan.

Cengkeh dimanfaatkan untuk bumbu, industri makanan dan minuman, minyak esensial, produk perawatan, serta industri lainnya. Mutunya dapat dinilai dari warna, ukuran, aroma, kadar air, kandungan minyak, dan kebersihan.

Negara tujuan ekspor cengkeh dapat berubah cukup signifikan setiap tahun. Data perdagangan 2023, misalnya, mencatat Arab Saudi, India, Uni Emirat Arab, Bangladesh, dan China sebagai beberapa tujuan penting ekspor cengkeh Indonesia.
🔹 Negara pengimpor utama: India, Pakistan, Uni Emirat Arab, dan Sri Lanka

4. Kayu Manis (Cinnamon)

Kayu manis Indonesia, khas Jambi dan Sumatera Barat
Kayu manis Indonesia, khas Jambi dan Sumatera Barat

Sebagian besar kayu manis Indonesia berasal dari kelompok cassia, termasuk yang banyak dibudidayakan di Jambi dan Sumatra Barat. Komoditas ini dipasarkan dalam bentuk gulungan, pecahan, bubuk, dan ekstrak.

Kayu manis digunakan dalam produk bakery, minuman, bumbu, makanan olahan, kosmetik, serta wewangian. Pembeli dapat menetapkan spesifikasi berdasarkan warna, panjang gulungan, aroma, kadar air, kebersihan, dan kandungan tertentu.

Eksportir perlu memastikan produk dikeringkan dengan baik dan disimpan di tempat yang tidak lembap agar aroma serta kualitasnya tetap terjaga.
🔹 Negara pengimpor utama: Amerika Serikat, Kanada, Brasil, dan Meksiko

5. Jahe

Jahe digunakan sebagai bahan baku minuman herbal, obat-obatan, dan makanan
Jahe digunakan sebagai bahan baku minuman herbal, obat-obatan, dan makanan

Rempah jahe Indonesia dipasarkan dalam bentuk segar, kering, bubuk, irisan, maupun hasil olahan. Varietasnya antara lain jahe gajah, jahe emprit, dan jahe merah, yang memiliki karakter serta penggunaan berbeda.

Jahe dimanfaatkan dalam makanan, minuman, bumbu, produk herbal, dan industri pengolahan. Untuk jahe segar, kondisi fisik, kebersihan, ukuran rimpang, serta ketahanan selama perjalanan menjadi perhatian utama.

Sementara itu, jahe kering perlu memiliki kadar air yang terkendali agar tidak mudah berjamur. Persyaratan karantina tumbuhan dan keamanan pangan juga perlu diperiksa sesuai negara tujuan.
🔹 Negara pengimpor utama: Jepang, Korea Selatan, Belanda, dan Malaysia

6. Kunyit

Kunyit Indonesia terkenal karena kadar curcumin-nya tinggi
Kunyit Indonesia terkenal karena kadar curcumin-nya tinggi

Rempah kunyit atau turmeric dikenal dari warna kuning-oranye yang berasal dari kandungan kurkuminoid. Komoditas ini digunakan sebagai bumbu, pewarna alami, bahan minuman, kosmetik, dan produk herbal.

Kunyit dapat diekspor dalam bentuk rimpang segar, irisan kering, bubuk, maupun ekstrak. Nilai produknya dipengaruhi oleh varietas, warna, kebersihan, kadar air, dan spesifikasi kandungan yang diminta pembeli.

Klaim mengenai kadar kurkumin sebaiknya didukung hasil pengujian laboratorium dari batch produk yang dijual. Tidak semua kunyit dari Indonesia otomatis memiliki kadar kurkumin yang sama.
🔹 Negara pengimpor utama: India, Bangladesh, Jerman, dan Arab Saudi

7. Lengkuas (Laos)

Walau terlihat mirip jahe, lengkuas punya rasa yang lebih tajam dan segar
Walau terlihat mirip jahe, lengkuas punya rasa yang lebih tajam dan segar

Lengkuas merupakan rimpang dengan aroma segar dan rasa tajam yang banyak digunakan dalam masakan Asia Tenggara. Meskipun bentuknya menyerupai jahe, keduanya memiliki aroma, rasa, dan penggunaan yang berbeda.

Lengkuas diperdagangkan dalam bentuk segar, beku, kering, irisan, atau bubuk. Produk segar membutuhkan penanganan pascapanen dan pengemasan yang mampu menjaga kondisi barang selama perjalanan.

Permintaan lengkuas umumnya datang dari industri makanan, restoran Asia, distributor bahan pangan, dan produsen bumbu siap pakai.
🔹 Negara pengimpor utama: Malaysia, Thailand, dan Taiwan

8. Kapulaga

Kapulaga yang punya aroma khas dan sering dipakai dalam makanan, minuman teh rempah, bahkan parfum
Kapulaga yang punya aroma khas dan sering dipakai dalam makanan, minuman teh rempah, bahkan parfum

Indonesia menghasilkan kapulaga lokal yang umumnya berasal dari kelompok Amomum. Karakter komoditas ini berbeda dari kapulaga hijau yang banyak diasosiasikan dengan India dan Guatemala.

Kapulaga digunakan dalam masakan, minuman rempah, produk herbal, minyak atsiri, dan wewangian. Produk yang diperdagangkan dapat berupa buah utuh, biji, bubuk, atau hasil ekstraksi.

Kualitas kapulaga ditentukan oleh aroma, tingkat kematangan, warna, kadar air, kebersihan, dan kondisi penyimpanan. Identifikasi spesies juga penting karena harga dan kebutuhan pasarnya dapat berbeda.
🔹 Negara pengimpor utama: Mesir, Uni Emirat Arab, dan India

9. Kemiri

Tak hanya makanan, kemiri juga digunakan untuk minyak rambut dan kecantikan
Tak hanya makanan, kemiri juga digunakan untuk minyak rambut dan kecantikan

Kemiri banyak digunakan sebagai bumbu masakan serta bahan baku minyak untuk produk rambut, sabun, dan perawatan tubuh. Produk ekspornya umumnya berupa kemiri kupas, kemiri kering, atau minyak kemiri.

Penanganan kemiri perlu memperhatikan kadar air dan kandungan lemaknya. Penyimpanan yang tidak tepat dapat menyebabkan bau tengik, jamur, atau penurunan mutu.

Produk juga perlu disortir untuk memisahkan cangkang, kotoran, biji rusak, dan benda asing. Untuk kebutuhan industri kosmetik, pembeli dapat meminta spesifikasi serta pengujian tambahan.
🔹 Negara pengimpor utama: Jepang, Belanda, dan Australia

10. Serai (Sereh)

Serai atau lemongrass dikenal karena aroma segarnya
Serai atau lemongrass dikenal karena aroma segarnya

Rempah Serai atau lemongrass mempunyai aroma segar dan banyak dimanfaatkan sebagai bumbu, bahan teh herbal, minyak atsiri, sabun, kosmetik, serta produk aromaterapi.

Serai dapat dikirim dalam bentuk segar, kering, bubuk, atau minyak hasil penyulingan. Serai segar memerlukan pengendalian suhu dan kelembapan agar tidak cepat layu atau membusuk.

Untuk minyak serai, kualitas biasanya diperiksa melalui komposisi kimia, aroma, warna, kemurnian, dan hasil analisis laboratorium. Produk harus menggunakan wadah yang sesuai agar tidak bocor atau mengalami perubahan kualitas.
🔹 Negara pengimpor utama: Prancis, Inggris, dan Korea Selatan

Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Mengekspor Rempah

Sebelum mengekspor, pelaku usaha perlu mengetahui bentuk produk dan kode HS yang tepat. Kode untuk rempah segar, kering, bubuk, atau minyak atsiri dapat berbeda sehingga ketentuan ekspornya juga belum tentu sama.

Beberapa persiapan penting meliputi:

  1. menetapkan spesifikasi produk bersama pembeli;
  2. memeriksa regulasi negara tujuan;
  3. melakukan pengujian kualitas bila diperlukan;
  4. menyiapkan izin dan dokumen ekspor;
  5. memenuhi persyaratan karantina;
  6. menggunakan kemasan food grade yang sesuai;
  7. mencantumkan label dan nomor batch;
  8. menjaga produk dari kelembapan serta kontaminasi.

Secara umum, ekspor dilakukan melalui penyampaian Pemberitahuan Ekspor Barang, penelitian dokumen, dan tahapan kepabeanan lain sesuai ketentuan. Beberapa komoditas juga dapat menjalani pemeriksaan fisik berdasarkan manajemen risiko.

FAQ Rempah-Rempah Indonesia

Apa rempah Indonesia yang paling banyak diekspor?

Lada, pala, cengkeh, dan kayu manis termasuk komoditas rempah Indonesia yang memiliki perdagangan internasional kuat. Namun, urutannya dapat berubah berdasarkan tahun, nilai, volume, dan kode HS yang digunakan.

Apakah rempah dapat langsung diekspor setelah dipanen?

Tidak selalu. Rempah biasanya perlu melalui proses sortasi, pembersihan, pengeringan, pengujian, dan pengemasan. Produk juga harus memenuhi persyaratan keamanan pangan dan karantina negara tujuan.

Apa yang menentukan kualitas rempah ekspor?

Kualitas dapat ditentukan oleh varietas, aroma, warna, ukuran, kadar air, kebersihan, tingkat kerusakan, kandungan bahan aktif, serta bebasnya produk dari jamur, residu, dan kontaminan.

Apakah eksportir rempah membutuhkan sertifikat karantina?

Kebutuhannya bergantung pada jenis produk dan aturan negara tujuan. Rempah yang termasuk produk tumbuhan dapat memerlukan pemeriksaan serta dokumen karantina atau fitosanitari.

Bagaimana mengetahui negara tujuan ekspor yang potensial?

Gunakan data berdasarkan kode HS melalui BPS, Satu Data Perdagangan, atau WITS. Selain melihat nilai impor suatu negara, pertimbangkan tarif, regulasi, kompetitor, biaya logistik, dan persyaratan pembeli. Sistem EXIM Kementerian Perdagangan juga menyediakan informasi prosedur dan tarif berdasarkan negara serta komoditas.

Kesimpulan

Lada, pala, cengkeh, kayu manis, jahe, kunyit, lengkuas, kapulaga, kemiri, dan serai menunjukkan besarnya potensi rempah Indonesia di pasar internasional.

Peluang ekspor tidak hanya bergantung pada ketersediaan hasil panen. Eksportir harus mampu menjaga kualitas, memenuhi regulasi, menggunakan kemasan yang tepat, dan menyediakan pasokan secara konsisten.

Daftar negara tujuan dalam artikel ini dapat digunakan sebagai gambaran awal. Sebelum melakukan pemasaran atau pengiriman, periksa kembali data ekspor terbaru berdasarkan kode HS dan persyaratan negara tujuan.

Banner Promosi

Artikel Terkait