Blog

Jasa Pengiriman yang Tepat untuk Barang Impor Mudah Pecah

Diposting oleh : : - Waktu Baca 7 menit
jasa pengiriman
jasa pengiriman

Mengimpor barang mudah pecah seperti kaca, keramik, lampu, peralatan dekorasi, hingga komponen elektronik tentu membutuhkan perhatian lebih. Bukan hanya soal memilih jasa pengiriman dengan tarif murah, tetapi juga bagaimana pengemasan, pemindahan, pemuatan, dan pengiriman barang dari negara asal sampai tujuan.

Terlebih jika barang didatangkan dari China dengan perjalanan lintas negara dan beberapa kali proses handling. Kesalahan kecil dalam packing atau pemilihan moda transportasi bisa meningkatkan risiko barang retak, pecah, atau mengalami kerusakan fisik.

Karena itu, memilih jasa ekspedisi untuk barang impor fragile sebaiknya dilakukan berdasarkan karakter barang, volume, urgensi, serta tingkat kebutuhan perlindungan. Nah, bagaimana pilihan yang tepat?

Kenapa Barang Impor Mudah Pecah Butuh Penanganan Khusus?

Barang fragile memiliki risiko kerusakan lebih tinggi ketika mengalami benturan, tekanan, getaran, maupun pergeseran selama perjalanan. Risiko tersebut tidak hanya muncul ketika barang berada di kendaraan, tetapi juga saat proses bongkar-muat dan perpindahan antar fasilitas.

Packing menjadi lapisan perlindungan pertama. DHL, misalnya, merekomendasikan penggunaan kemasan yang sesuai dengan karakter barang, material pelindung tambahan, serta ruang yang cukup agar barang tidak langsung bersentuhan dengan dinding kardus. 

Untuk barang yang sangat rapuh, metode double box atau box-in-box juga bisa Anda pertimbangkan. Barang terlebih dahulu ditempatkan dalam kemasan bagian dalam, kemudian dimasukkan ke kotak luar dengan bantalan di antara keduanya. 

Artinya, jangan hanya menuliskan label fragile lalu menganggap barang sudah aman. Label membantu memberikan informasi penanganan, tetapi perlindungan fisik tetap bergantung pada kualitas dan metode packing.

Jasa Pengiriman Mana yang Cocok?

Untuk barang impor, pilihan jasa pengiriman antara laut dan udara sebaiknya tidak ditentukan hanya berdasarkan harga. Pengiriman udara lebih cocok ketika barang memiliki nilai tinggi, jumlahnya relatif kecil, atau membutuhkan waktu tiba yang lebih singkat. Tapi, barang tetap harus dikemas dengan kuat karena proses pemindahan dan handling tetap terjadi selama perjalanan.

Sementara itu, pengiriman laut bisa menjadi pilihan ketika volume barang lebih besar dan waktu pengiriman bukan faktor paling mendesak. Untuk kebutuhan tersebut, skema LCL memungkinkan barang dengan volume yang belum memenuhi satu kontainer penuh dikirim bersama muatan lain. Jika volumenya besar, FCL menjadi alternatif karena satu kontainer digunakan untuk satu pengiriman.

Untuk barang fragile, yang perlu diperhatikan bukan sekadar moda transportasinya, melainkan keseluruhan alur dari supplier, packing, konsolidasi, loading, perjalanan internasional, hingga barang diterima di lokasi tujuan.

Apa yang Dicek Sebelum Memilih Pengiriman Barang Impor?

Jangan buru-buru membandingkan tarif. Untuk barang fragile, beberapa hal berikut justru lebih penting!

  • Jalur pengiriman

Pastikan tersedia pilihan laut atau udara sesuai kebutuhan volume dan waktu.

  • Sistem handling

Cari tahu bagaimana barang diproses sejak diterima dari supplier sampai diberangkatkan.

  • Kemampuan menangani barang fragile

Tanyakan apakah tersedia rekomendasi packing tambahan, peti kayu, atau perlindungan tertentu.

  • Perhitungan berat dan volume

Dimensi kemasan akhir penting karena biaya pengiriman dipengaruhi berat aktual maupun berat volumetrik. 

  • Dokumen dan customs clearance

Barang impor tidak berhenti pada proses pengiriman. Dokumen dan proses kepabeanan juga perlu diperhitungkan agar barang tidak mengalami kendala ketika masuk Indonesia.

  • Alur pengiriman sampai tujuan

Pertimbangkan apakah kamu membutuhkan layanan port to port atau door to door. Untuk pemilik bisnis yang tidak ingin mengurus terlalu banyak tahapan sendiri, layanan terintegrasi membuat proses impor lebih praktis.

Jadi, mengirim barang impor yang mudah pecah memang membutuhkan perhatian lebih, mulai dari pemilihan kemasan, moda transportasi, proses handling, hingga pengurusan dokumen dan pengiriman ke tujuan akhir. Jangan hanya berfokus pada tarif jasa pengiriman, tetapi pastikan setiap tahapan pengiriman sesuai dengan karakter dan tingkat risiko barang.

Nah, jika kamu membutuhkan solusi logistik untuk impor dari China, Ancala Logistic jawabannya! Kami menyediakan opsi pengiriman barang LCL laut, LCL udara, FCL laut, hingga door to door. Dengan pilihan tersebut, pengiriman bisa kamu sesuaikan berdasarkan jenis barang, volume muatan, serta kebutuhan waktu tiba. Terlebih untuk barang mudah pecah, pemilihan jalur dan perencanaan pengiriman sejak awal penting agar proses logistik bisa berjalan lebih terarah.

Tidak perlu bingung menentukan jalur pengiriman yang sesuai untuk barangmu. Hubungi kami dan konsultasikan kebutuhan logistik barang impor kamu!

FAQ

1. Apa saja contoh barang impor yang mudah pecah?

Contohnya kaca, keramik, porselen, lampu, dekorasi, peralatan makan, monitor, dan komponen elektronik tertentu.

2. Apakah pengiriman barang fragile bisa melalui jalur laut?

Pengiriman laut bisa untuk barang fragile selama packing, penempatan, dan handling disesuaikan dengan karakter barang serta volume pengiriman.

3. Lebih aman impor barang fragile lewat laut atau udara?

Tidak bisa ditentukan hanya dari modanya. Keduanya memiliki proses handling masing-masing, sehingga keamanan juga sangat dipengaruhi packing, perlindungan barang, dan pengelolaan selama transit.

4. Apakah barang mudah pecah perlu menggunakan peti kayu?

Tidak selalu. Peti kayu bisa dipertimbangkan untuk barang yang sangat rentan, berat, bernilai tinggi, atau membutuhkan perlindungan ekstra. 

5. Apa yang perlu disiapkan sebelum menggunakan jasa pengiriman barang impor?

Siapkan informasi jenis barang, jumlah, berat, dimensi, alamat supplier, tujuan pengiriman, serta kebutuhan waktu tiba.

Banner Promosi

Artikel Terkait