Blog

Checklist QC Sebelum Barang Keluar dari Gudang Supplier

Diposting oleh : : - Waktu Baca 7 menit
QC barang
QC barang

Menerima kiriman barang dalam kondisi cacat produksi adalah salah satu risiko paling merugikan dalam bisnis impor. Sebetulnya, kejadian seperti ini sering kali bisa dihindari jika (Quality Control) QC barang tidak dilewatkan begitu saja sebelum barang meninggalkan gudang supplier. Pada dasarnya, tahap QC adalah kesempatan terakhir untuk memastikan produk sesuai spesifikasi sebelum kehilangan kendali penuh atas barang tersebut. 

Nah, apa saja yang perlu dicek terlebih dahulu sebelum pengiriman barang? Yuk, kita bahas tuntas sebelum memberi lampu hijau untuk pengiriman!

Kenapa QC Sangat Menentukan Hasil Akhir?

Begitu barang sudah dimuat ke kontainer dan berlayar, kamu otomatis kehilangan kesempatan untuk komplain dengan mudah. Klaim ke supplier setelah barang tiba di Indonesia jauh lebih sulit dibanding meminta perbaikan saat barang masih berada di gudang mereka.

Selain itu, biaya pengiriman balik atau retur ke China jauh lebih mahal dibanding biaya inspeksi sebelum kirim. Oleh karena itu, QC barang sejak di titik asal jauh lebih hemat dan efisien dibanding menanggung risiko setelah barang sampai.

Baca juga: Mengapa Quality Control (QC) Penting Sebelum Barang Dikirim?

Checklist QC Barang Sebelum Keluar dari Gudang Supplier

Agar bisa memastikan barang impor kamu dalam kondisi baik sebelum pengiriman, pastikan untuk melakukan checklist berikut! 

1. Kesesuaian Jumlah dan Spesifikasi

Cocokkan jumlah unit yang diterima dengan jumlah yang tertera di purchase order. Periksa juga spesifikasi seperti ukuran, warna, dan bahan agar sesuai dengan sampel atau kesepakatan awal. Selisih sekecil apa pun sebaiknya langsung dikonfirmasi ke supplier sebelum proses pengemasan dilanjutkan. 

2. Kondisi Fisik Produk

Cek apakah ada goresan, penyok, atau cacat produksi lain pada permukaan barang. Untuk produk elektronik, pastikan fungsi dasarnya bekerja normal sebelum dikemas ulang. Jika memungkinkan, dokumentasikan kondisi barang lewat foto close-up agar ada bukti jika nanti ditemukan masalah. 

3. Kelengkapan Aksesoris dan Kemasan

Pastikan aksesoris pendukung seperti kabel, baterai, atau buku panduan sudah lengkap sesuai daftar isi paket. Kemasan juga perlu dicek, apakah sudah cukup kuat untuk menahan proses pengiriman jarak jauh. Kemasan yang terlalu tipis berisiko membuat barang rusak meski kondisi produknya sendiri sebenarnya baik. 

4. Labeling dan Dokumentasi

Periksa apakah label produk, barcode, atau nomor SKU (Stock Keeping Unit) sudah sesuai dengan sistem pencatatanmu. Dokumentasi berupa foto atau video hasil pengecekan juga penting sebagai bukti kondisi barang sebelum pengiriman. Kesalahan label sekecil apa pun bisa berdampak besar saat proses sortir di gudang konsolidasi maupun saat barang sampai di tanganmu. 

5. Uji Sampel Acak

Untuk pesanan dalam jumlah besar, tidak perlu memeriksa satu per satu seluruh unit. Ambil sampel acak dari beberapa karton berbeda untuk mewakili kondisi keseluruhan batch produksi. Semakin besar jumlah pesanan, semakin banyak pula titik sampel yang sebaiknya diambil agar hasilnya benar-benar representatif. 

Apakah QC Bisa Dilakukan Sendiri dari Indonesia?

Secara langsung, tentu sulit karena jarak dan keterbatasan waktu. Tapi, kamu tetap punya beberapa opsi untuk melakukan QC barang tanpa harus terbang ke China. Caranya yaitu meminta supplier mengirim foto atau video detail sebelum pengemasan barang. Opsi lain yang lebih menyeluruh adalah menggunakan jasa inspektur independen atau forwarder yang menyediakan layanan pengecekan barang di lokasi gudang sebelum pengiriman berlangsung. 

Dengan pilihan tersebut, kamu bisa memperoleh laporan kondisi barang secara objektif dari pihak ketiga yang tidak berkepentingan dengan hasil produksi supplier. Sehingga, penilaiannya lebih bisa dipercaya dibanding sekadar mengandalkan foto kiriman dari pabrik sendiri. 

Jadi, meluangkan waktu untuk QC barang sebelum keluar dari gudang supplier bukan langkah yang boleh dianggap remeh. Sedikit usaha di tahap ini bisa menyelamatkan kamu dari kerugian jauh lebih besar setelah barang sampai di Indonesia. Layanan dari forwarder juga tersedia untuk membantu kamu memastikan kondisi barang sebelum dikirim, tanpa perlu repot terbang langsung ke China. 

Nah, jika kamu membutuhkan layanan yang demikian, Ancala Logistic menyediakannya! Kamu bisa berbelanja produk impor melalui jasa belanja dari kami. Segala proses akan dilakukan sesuai prosedur, termasuk memastikan barang yang diterima dari supplier sesuai pesanan sebelum dikonsolidasikan untuk pengiriman. Kamu juga bisa memilih berbagai opsi pengiriman, baik via laut (LCL atau  FCL) dan udara yang bisa disesuaikan dengan jumlah barang dan kebutuhan.

Praktis dan lengkap, bukan? Yuk pastikan barangmu aman dari awal hingga akhir dengan hubungi kami sekarang! 

FAQ

1. Kapan waktu terbaik melakukan QC barang?

Idealnya dilakukan setelah produksi selesai dan barang sudah dikemas, tepat sebelum dimuat ke kontainer untuk dikirim.

2. Apakah QC wajib untuk semua jenis pesanan?

Tidak selalu wajib, tetapi sangat disarankan terutama untuk pesanan dalam jumlah besar atau dari supplier baru yang belum punya rekam jejak jelas.

3. Berapa biaya jasa inspeksi barang di China?

Bervariasi tergantung penyedia jasa dan nilai pesanan, umumnya berkisar ratusan ribu hingga beberapa juta rupiah per kunjungan inspeksi.

4. Apa yang harus dilakukan jika hasil QC menemukan cacat?

Jangan terima barang dalam kondisi tersebut. Minta supplier melakukan perbaikan atau penggantian sebelum barang dikirim.

5. Apakah uji sampel acak cukup mewakili seluruh batch produksi?

Cukup untuk pesanan dalam jumlah besar, asalkan sampel diambil dari beberapa karton berbeda agar hasilnya representatif.

Banner Promosi

Artikel Terkait