Blog

Barang Impor Apa yang Lebih Cocok Dikirim via Udara? 

Diposting oleh : : - Waktu Baca 6 menit
barang impor
barang impor

Saat menentukan metode pengiriman, banyak pelaku usaha bertanya-tanya, apakah semua barang impor cocok dikirim via udara. Jawabannya, tidak semua barang perlu buru-buru dikirim lewat jalur udara meski hasilnya lebih cepat sampai. Umumnya, metode ini lebih ideal untuk barang yang berukuran kecil, bernilai tinggi, atau membutuhkan waktu pengiriman yang lebih singkat. Sebaliknya, barang dengan volume besar dan tidak terlalu mendesak sering kali lebih ekonomis jika dikirim melalui jalur laut.

Ingat, salah pilih metode justru bisa membuat biaya kirim membengkak tanpa alasan yang jelas. Untuk itu, yuk bahas satu per satu barang yang cocok dikirim via udara agar tidak salah pilih metode pengiriman!

Mengapa Metode Pengiriman Perlu Disesuaikan dengan Jenis Barang?

Alasan dari hal tersebut berkaitan langsung dengan efisiensi biaya. Pengiriman udara memang jauh lebih cepat, sekitar 5-10 hari. Tapi, tarifnya dihitung berdasarkan berat volumetrik yang cenderung lebih mahal dibanding jalur laut. Sebaliknya, pengiriman laut lebih murah tetapi membutuhkan waktu lebih lama, sekitar 3-6 minggu. Selisih waktu ini cukup signifikan, sehingga perlu dipertimbangkan matang-matang sebelum memutuskan.

Oleh karena itu, jenis barang menjadi pertimbangan utama. Barang yang ringan dan bernilai tinggi biasanya lebih menguntungkan jika dikirim via udara. Sementara itu, barang dalam jumlah besar dan bernilai rendah per unit lebih cocok dikirim via laut.

Kriteria Barang Impor yang Cocok Dikirim via Udara

Pada dasarnya, ada beberapa karakteristik produk yang umumnya lebih menguntungkan jika dikirim lewat jalur udara. Apa saja itu?

  • Bernilai jual tinggi

Barang impor dengan nilai tinggi tetapi ukuran relatif kecil biasanya lebih mampu menanggung biaya pengiriman udara. Contohnya smartphone, smartwatch, kamera digital, lensa kamera, perhiasan, jam tangan, dan aksesoris fashion premium.

  • Ringan dan berukuran kecil

Produk yang tidak memakan banyak ruang cenderung lebih efisien dikirim melalui udara karena biaya pengirimannya masih sebanding dengan nilai barang. Contohnya earphone, kabel data, adaptor, casing HP, aksesoris komputer, kosmetik, dan aksesori fashion.

  • Butuh waktu cepat

Contohnya pakaian untuk tren tertentu, merchandise acara, dekorasi untuk event, produk edisi terbatas, hingga barang yang sedang viral di marketplace.

  • Berupa sampel produk

Pengiriman udara juga cocok ketika kamu baru ingin mencoba barang impor dari supplier sebelum melakukan order dalam jumlah besar. Misalnya sampel kain, sampel pakaian, contoh kemasan, sampel material, komponen elektronik, atau prototype produk.

  • Mudah rusak atau sensitif waktu

Contohnya bahan makanan tertentu, bunga segar, tanaman kecil, produk kosmetik tertentu, baterai atau komponen elektronik tertentu yang memiliki persyaratan khusus, dengan catatan barang tersebut harus memenuhi ketentuan penerbangan dan pengangkutan yang berlaku.

Selain kelima kriteria tersebut, ada satu hal lain yang sering terlewat, yaitu kondisi stok. Jika stok produkmu di Indonesia hampir habis dan penjualan sedang tinggi, pengiriman udara bisa jadi solusi darurat agar tidak kehilangan momentum penjualan meski harus membayar ongkir sedikit lebih mahal.

Jadi, memilih metode pengiriman barang impor yang tepat sebenarnya bergantung pada karakteristik produk itu sendiri. Barang ringan, bernilai tinggi, dan butuh cepat sampai lebih cocok lewat udara, sementara barang besar dalam jumlah banyak lebih efisien lewat laut.

Menentukan metode yang tepat memang agak sulit, itulah mengapa Ancala Logistic hadir untuk membantu kamu menyelesaikan masalah. Berbekal banyak pengalaman, kami siap memberikan rekomendasi metode pengiriman yang sesuai dengan produk kamu. Tersedia pilihan jalur udara maupun laut (LCL/FCL). Jangan khawatir, kami menangani proses bea cukai hingga barang tiba di gudangmu.

Jadi tunggu apa lagi? Yuk, konsultasikan kebutuhan pengiriman barang impormu sekarang!

FAQ

1. Berapa lama waktu pengiriman udara dari China ke Indonesia?
Estimasinya sekitar 5 sampai 10 hari, tergantung layanan forwarder yang digunakan.

2. Apakah pengiriman udara selalu lebih mahal dari laut?
Umumnya iya per satuan berat atau volume, tetapi bisa lebih hemat untuk barang kecil yang jika dikirim laut justru terkena biaya minimum pengiriman.

3. Barang apa saja yang dilarang dikirim via udara?
Beberapa contohnya adalah baterai lithium dalam jumlah besar, cairan tertentu, dan barang yang mengandung bahan mudah terbakar.

4. Apakah sampel produk sebaiknya dikirim via udara?
Sebaiknya iya, karena jumlahnya kecil dan kamu membutuhkan produk tersebut secepat mungkin untuk evaluasi sebelum order besar.

5. Bagaimana cara menentukan metode pengiriman yang tepat?
Pertimbangkan berat, ukuran, nilai jual produk, serta seberapa mendesak waktu kebutuhan barang tersebut sampai ke tanganmu.

Banner Promosi

Artikel Terkait