Blog

Hal yang Harus Kamu Tanyakan Sebelum Memilih Jasa Impor

Diposting oleh : : - Waktu Baca 10 menit
jasa impor
jasa impor

Mengimpor barang dari luar negeri memang, khususnya China, bisa membuka peluang bisnis yang menarik, terutama ketika kamu menemukan produk dengan harga kompetitif. Namun, prosesnya tidak berhenti pada memilih supplier dan melakukan pembayaran. Ada pengiriman internasional, dokumen, pemeriksaan barang, kepabeanan, hingga risiko biaya tambahan yang perlu diperhitungkan. Di sinilah pemilihan jasa impor menjadi penting. 

Sayangnya, banyak orang masih memilih penyedia layanan hanya berdasarkan tarif termurah. Padahal, harga yang terlihat murah di awal belum tentu menghasilkan biaya akhir yang paling efisien. Jadi, pertanyaan apa saja yang perlu diajukan sebelum mempercayakan barangmu kepada penyedia layanan impor? Yuk, cari tahu!

Mengapa Tidak Cukup Bertanya Soal Harga?

Harga penting, tetapi bukan satu-satunya pertimbangan. Dalam proses impor, ada sejumlah komponen yang memengaruhi biaya akhir, seperti ongkos pengiriman, bea masuk, pajak, biaya handling, penyimpanan, hingga biaya pengurusan dokumen.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai juga menjelaskan barang yang masuk dari luar negeri merupakan barang impor yang memiliki ketentuan kepabeanan. Untuk barang kiriman, misalnya, terdapat data seperti negara asal, berat, biaya pengangkutan, nilai barang, HS Code, serta invoice yang perlu diperhatikan.

Artinya, penyedia layanan yang profesional seharusnya tidak sekadar memberikan angka harga, tetapi juga mampu menjelaskan apa saja yang termasuk dan tidak termasuk dalam biaya tersebut.

Apa yang Harus Kamu Tanyakan Sebelum Memilih Jasa Impor?

Sudah menemukan layanan impor yang cocok? Jangan langsung deal. Ada beberapa pertanyaan penting yang perlu kamu ajukan dahulu untuk memastikan layanan, biaya, dan prosesnya benar-benar sesuai dengan kebutuhan. Apa itu?

1. Apakah Biaya yang Ditawarkan Sudah Mencakup Semua Komponen?

Ini adalah pertanyaan pertama yang wajib diajukan. Jangan hanya bertanya, “Berapa ongkirnya?” namun, minta rincian biaya agar kamu tahu total yang harus dibayar. Tanyakan:

  • Apakah biaya pickup dari supplier termasuk?
  • Apakah biaya pengiriman internasional sudah termasuk?
  • Bagaimana dengan biaya handling dan warehouse?
  • Apakah biaya customs clearance termasuk?
  • Apakah bea masuk dan pajak sudah dihitung?
  • Apakah ada biaya tambahan ketika barang tiba di Indonesia?

Perbedaan struktur tarif ini bisa membuat dua penawaran dengan harga awal yang terlihat sama ternyata memiliki total biaya yang berbeda jauh.

2. Jalur Pengiriman Apa yang Digunakan?

Moda pengiriman sangat berpengaruh terhadap biaya dan waktu. Karena itu, tanyakan apakah barang akan dikirim melalui jalur laut, udara, atau metode lainnya.

Untuk barang dalam jumlah besar dan tidak terlalu mendesak, pengiriman laut menjadi pertimbangan. Sebaliknya, barang yang membutuhkan waktu lebih cepat mungkin lebih cocok menggunakan jalur udara. Yang perlu diperhatikan bukan hanya estimasi durasinya, tetapi juga bagaimana penyedia layanan menghitung volume, berat, minimum charge, serta biaya konsolidasi.

3. Bagaimana Sistem Pengurusan Bea Cukai?

Jangan ragu menanyakan siapa yang bertanggung jawab ketika barang masuk ke Indonesia. Tanyakan apakah pihak penyedia jasa impor menangani dokumen kepabeanan, bagaimana proses pemeriksaan, serta apa yang terjadi jika barang terkena pemeriksaan tambahan. Ini penting karena proses impor tidak sekadar memindahkan barang dari negara asal ke Indonesia.

Untuk barang kiriman, dokumen pendukung seperti invoice dan packing list juga menjadi bagian dari proses kepabeanan. Jika jawabannya terlalu umum seperti “semua aman” tanpa penjelasan proses, kamu justru perlu menggali lebih jauh.

4. Apakah Bisa Membantu Mengecek Barang Sebelum Dikirim?

Ini sering dilupakan, padahal sangat penting terutama jika kamu membeli barang dari supplier yang belum pernah digunakan sebelumnya. Tanyakan apakah tersedia layanan Quality Control (QC) sebelum barang diberangkatkan. Pemeriksaan mencakup jumlah barang, kondisi fisik, ukuran, warna, spesifikasi, hingga kesesuaian produk dengan pesanan.

Dengan begitu, masalah seperti barang kurang, salah warna, atau produk rusak bisa diketahui lebih awal. Menemukan masalah ketika barang sudah sampai Indonesia tentu jauh lebih merepotkan dibanding menemukannya ketika masih berada di gudang asal.

5. Bagaimana Jika Barang Rusak, Hilang, atau Tidak Sesuai?

Pertanyaan ini wajib masuk daftar screeningmu. Tanyakan “Jika barang rusak atau hilang selama proses pengiriman, bagaimana mekanisme klaimnya?” Kemudian cari tahu apakah tersedia asuransi, batas tanggung jawab penyedia layanan, dokumen yang dibutuhkan untuk klaim, dan berapa lama proses penyelesaiannya. Jangan berasumsi bahwa setiap kerusakan otomatis menjadi tanggung jawab perusahaan. Pastikan ketentuannya tertulis dengan jelas sebelum transaksi.

6. Apakah Ada Batasan untuk Jenis Barang Tertentu?

Setiap produk memiliki ketentuan impor yang berbeda. Beberapa komoditas bisa memiliki persyaratan, perizinan, atau pembatasan impor tertentu. Kementerian Keuangan, misalnya, menjelaskan bahwa sejumlah komoditas dapat memiliki instrumen pembatasan seperti Persetujuan Impor (PI), Importir Terdaftar (IT), Importir Produsen (IP), maupun Laporan Surveyor.

Karena itu, berikan informasi produk secara detail kepada calon penyedia layanan. Sebutkan jenis barang, material, jumlah, nilai, dan jika tersedia, HS Code. Dari sana, kamu bisa mengetahui apakah barang tersebut memiliki persyaratan khusus.

7. Apakah Ada Tracking dan Update Selama Pengiriman?

Komunikasi menjadi salah satu indikator yang sering terlupakan. Tanyakan bagaimana kamu akan memperoleh informasi setelah barang dikirim. Apakah tersedia nomor resi, laporan status shipment, update ketika barang tiba di pelabuhan, hingga informasi ketika proses customs selesai?

Penyedia layanan jasa impor yang komunikatif akan membuat kamu lebih mudah memperkirakan kapan barang tiba dan mengambil tindakan jika terjadi kendala.

8. Apakah Punya Pengalaman yang Sesuai dengan Jenis Barangmu?

Pengalaman memang penting, tetapi pengalaman secara umum belum tentu relevan dengan kebutuhanmu. Misalnya, penyedia layanan sudah lama menangani pengiriman barang retail, tetapi kamu ingin mengimpor mesin, bahan baku, atau produk dengan persyaratan khusus. Pengalaman pada jenis komoditas yang serupa akan lebih bernilai.

Jadi, tanyakan, “Apakah sebelumnya pernah menangani pengiriman produk seperti ini?” Jika iya, tanyakan kendala yang biasanya terjadi dan cara mereka menanganinya.

9. Apakah Semua Ketentuan Bisa Diberikan Secara Tertulis?

Sebelum pembayaran, pastikan detail seperti tarif, estimasi waktu, cakupan layanan, ketentuan barang, tanggung jawab masing-masing pihak, serta mekanisme klaim bisa dikonfirmasi secara tertulis. Dokumen tertulis membuat kedua pihak memiliki acuan yang sama. Kamu pun lebih mudah melakukan perbandingan ketika sedang meminta penawaran dari beberapa penyedia layanan.

10. Bagaimana Jika Terjadi Keterlambatan?

Estimasi waktu bukanlah jaminan mutlak. Pengiriman internasional bisa dipengaruhi oleh jadwal kapal atau pesawat, pemeriksaan, kepadatan gudang, kondisi operasional, maupun proses kepabeanan. Karena itu, jangan hanya bertanya “berapa hari?”, tetapi tanyakan juga: “Apa yang biasanya menyebabkan keterlambatan dan bagaimana tim memberikan update jika hal tersebut terjadi?”

Jawaban dari pertanyaan ini menunjukkan seberapa siap penyedia layanan impor menghadapi masalah, bukan hanya seberapa bagus penawaran ketika semuanya berjalan normal.

Bisa disimpulkan, memilih jasa impor bukan sekadar mencari siapa yang menawarkan harga paling rendah. Kamu perlu melihat prosesnya dari awal sampai akhir, bagaimana barang dijemput, diperiksa, dikirim, diproses di kepabeanan, hingga akhirnya sampai ke tangan. Intinya, jangan buru-buru memilih jasa hanya karena harga terlihat murah. Tanyakan detailnya, pahami cakupan layanannya, lalu pilih partner impor yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnismu.

Nah, untuk solusi impor dari China, Ancala Logistic siap membantu proses tersebut secara lebih praktis. Layanannya kami bisa mendukung kebutuhan impor mulai dari proses pembelian dan sourcing, QC barang, pembayaran RMB melalui RMB Express, hingga pengiriman barang melalui jalur laut (FCL dan LCL), serta udara (LCL). 

Jangan khawatir, kamu bisa berkonsultasi terlebih dahulu agar kebutuhan dan metode pengiriman bisa disesuaikan dengan jenis barang yang akan diimpor. Yuk, hubungi kami sekarang!

FAQ 

1. Apakah harga termurah selalu menjadi pilihan terbaik?

Tidak. Bandingkan total biaya, cakupan layanan, transparansi tarif, pengalaman, sistem QC, penanganan customs, serta mekanisme klaim sebelum mengambil keputusan.

2. Apa yang harus disiapkan sebelum meminta quotation?

Siapkan informasi seperti jenis barang, jumlah, estimasi berat atau volume, lokasi supplier, alamat tujuan, nilai barang, serta spesifikasi produk. Informasi yang lengkap membuat estimasi biaya lebih akurat.

3. Apakah semua barang dari China bisa diimpor?

Tidak selalu. Beberapa barang memiliki larangan, pembatasan, atau persyaratan dokumen tertentu. Karena itu, cek regulasi barang berdasarkan jenis dan klasifikasinya sebelum melakukan pembelian.

4. Mengapa QC sebelum pengiriman penting?

QC membantu mendeteksi masalah sebelum barang meninggalkan negara asal. Jika ada kekurangan atau ketidaksesuaian, kamu masih memiliki peluang lebih besar untuk berkoordinasi dengan supplier.

5. Lebih baik memilih layanan berdasarkan harga atau kelengkapan?

Idealnya keduanya dipertimbangkan, tetapi jangan mengorbankan transparansi dan keamanan hanya demi mendapatkan tarif murah. Pilihan yang baik adalah layanan dengan biaya masuk akal dan cakupan pekerjaan yang jelas.

Banner Promosi

Artikel Terkait