Blog / Ekspor / Marketing

7 Cara Jitu untuk Mencari Buyer Ekspor! FREE Database Buyer 400 Halaman

Diposting oleh : : - Waktu Baca 10 menit

Kalian yang sedang memulai bisnis ekspor, sudah berapa bulan nih kalian nungguin ada orderan tapi belum closing closing? Semuanya sudah siap, produk sudah ada, izin sudah lengkap, logistik juga sudah siap. Tapi nggak ada yang beli.

Ibarat buka coffee shop, semuanya sudah siap, tempat udah estetik, mesin kopi udah beli yang paling mahal, eh tapi nggak ada yang masuk dan beli kopi.

Tips paling pertama, teman-teman memang harus bersabar dan jangan putus asa. Namanya juga bisnis, pasti tidak selalu sesuai dengan harapan teman-teman. Saran Mincala, coba teman-teman jangan fokus ke result/hasil tapi sistem bagaimana kalian menjalankan pemasarannya aja.

Pada artikel kali ini, Mincala bakal ngasih tau cara-cara dasar yang bisa kamu lakukan supaya cepat dapat buyer loh!

Menjemput Bola

Di banyak bisnis B2B, teknik marketing biasanya dibagi dua, yaitu “Menjemput Bola” dan “Menunggu Bola”.

Menjemput Bola sendiri adalah teknik marketing yang mengharuskan seller untuk inisiatif menjangkau buyer, ntah itu dengan menelpon, mengirim email penawaran, dan lainnya.

  • Melakukan Cold Calling atau Cold Emails

Cold Calling atau Cold Emails adalah teknik marketing dimana seller menelpon atau mengirim email ke calon buyer dengan maksud menawarkan produk yang sedang dijual. Namun, metode ini hanya bisa dilakukan jika teman-teman memiliki nomor telepon atau email calon buyer.

Dari mana sih dapetin kontak buyer?

Nah, teman-teman bisa mengakses data importir yang telah disediakan oleh DJPEN Kemendag, atau teman-teman bisa meminta ITPC Negara Tujuan Ekspor produk temen-temen untuk menghubungkan ke calon buyer.

Selain dari cara di atas, teman-teman juga bisa memanfaatkan data buyer/importir dari Internet. Salah satunya adalah kolom buyer di website go4worldbusiness dan website Trade Map.

  • Mengikuti Pameran Eskpor / Trade Fair

Mengikuti pameran ekspor, baik online maupun offline meningkatkan eksistensi perusahaan kalian loh! Di pameran tersebut, kalian juga bisa bertemu dengan calon buyer dan bisa bertransaksi langsung di tempat jika buyer sudah cocok sama produk teman-teman.

Salah satu acara pameran ekspor paling ramai di Indonesia adalah Trade Expo Indonesia, yaitu acara pameran ekspor tahunan yang diadakan oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

  • Mengikuti Program Ekspor Pemerintah

Sekarang ekspor tuh didukung banget loh sama pemerintah. Melalui lembaga Kemendag seperti PPEJP (Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan) dan ITPC (Indonesian Trade Promotion Center), kamu bisa lebih cepat mendapatkan buyer.

Biasanya, kedua lembaga tersebut sering mengadakan seminar ataupun business matching yang menghubungkan eksportir Indonesia dengan importir luar negeri.

Syaratnya pun juga nggak susah kok teman-teman, pokoknya teman-teman pantengin terus aja di Instagram-nya, dan harus gercep aja pokoknya.

(Sumber: PPEJP Kemendag)

Menunggu Bola

Sedangkan Menunggu Bola adalah teknik marketing yang berarti seller menunggu buyer secara pasif dan berharap buyer akan datang dengan sendirinya.

Meskipun terdengarnya kurang efektif, teknik satu ini sangat ampuh untuk menarik buyer. Tentunya dengan syarat teman-teman menerapkan beberapa hal di bawah ini.

  • Membuat Website Berbahasa Inggris
(Sumber: webekspor.com)

Berdasarkan Julio Ekspor, CEO dan Founder Bisa Ekspor, website adalah salah satu kunci utama suksesnya bisnis Ekspor pertama Julio. Website yang dibuat pun tidak harus rumit. Yang penting di website tersebut harus memuat seluruh informasi yang dibutuhkan calon buyer secara jelas dan ringkas.

Informasi-informasi yang penting tuh seperti spesifikasi produk yang kalian jual, lalu tentang perusahaan kalian juga seperti visi misi, terus foto-foto produk dan proyek yang telah kalian kerjakan.

Salah satu tips lagi dari sang master Julio Ekspor, jangan lupa tambahin button Whatsapp di website kalian. Supaya memudahkan calon buyer untuk menghubungi kalian.

Jika teman-teman gaptek dan tidak jago coding (seperti saya), teman-teman pun bisa menggunakan jasa desain website melalui provider jasa website seperti WebEkspor, JasterWeb, dan lainnya.

  • Promosi Lewat Media Sosial

Kayaknya jaman sekarang nggak ada deh orang yang nggak punya media sosial. Kalian sebagai eksportir harus juga memanfaatkan hal ini dengan mempromosikan produk teman-teman di media sosial.

Dilansir dari Katadata, Facebook adalah media sosial terpopuler di dunia. Lewat Facebook, teman-teman bisa mempromosikan produk teman-teman dengan memposting produk kalian di group yang relevan dengan produk kalian.

Contohnya seperti group “Cocoa Beans Exporters & Importers Globally”. Di situ, kalian juga bisa memantau postingan group itu, siapa tahu ada importer yang membutuhkan produk teman-teman dan bisa teman-teman kejar menggunakan metode menjemput bola.

  • Promosi dengan Menggunakan Ads

Ads adalah iklan berbayar yang ditampilkan di sejumlah platform online seperti Google, YouTube dan situs web. Namun, menurut Mincala ads ini sifatnya opsional aka nggak wajib!

Karena selain berbayar, untuk eksportir yang baru memulai, ads hanya berfungsi untuk menunjukkan ke calon buyer akan eksistensi perusahaan dan produkmu.

Namun, bagi teman-teman yang sudah lama berkiprah di bidang ekspor dan sudah lumayan eksis, ads adalah salah satu tools yang ampuh untuk menarik buyer-buyer baru ataupun buyer lama untuk beli lagi.

  • Listing Produk di B2B e-commerce

Eits, jangan salah, ekosistem ekspor pun juga sudah mulai canggih dengan hadirnya platform-platform e-commerce khusus perdagangan global seperti go4worldbusiness, alibaba, tradekey, dan lain lain.

Di platform e-commerce ini, teman-teman bisa melisting atau meng-upload produk kalian supaya dilihat calon buyer dari berbagai negara.

Tentunya, jika kalian membeli membership berbayar, kesempatan untuk mendapatkan buyer lebih tinggi karena kalian akan mendapatkan banyak fasilitas dari platform tersebut. Namun, sama halnya dengan ads, kalian nggak wajib beli membership berbayar untuk dapetin buyer kok.

Conclusion

Ada dua cara utama untuk mendapatkan buyer ekspor, yaitu dengan menjemput bola (mengejar calon buyer) dan menunggu bola (menunggu buyer datang).

Cara menjemput bola bisa dilakukan dengan melakukan cold calling dan cold emails, mengikuti pameran ekspor, serta mengikuti program ekspor pemerintah.

Sedangkan cara menunggu bola, dapat dilakukan dengan membuat website, promosi melalui media sosial, promosi melalui ads, dan listing produk di B2B e-commerce.

JADI gimana, teman-teman eksportir sudah mencoba metode yang mana nih? Jelaskan di kolom komentar ya!

Banner Promosi

Artikel Terkait

2 replies on “7 Cara Jitu untuk Mencari Buyer Ekspor! FREE Database Buyer 400 Halaman”

Wholesale supplier of Industrial Tools, Grooving Machine, pipe Threading machine, Magnetic drilling machine and Pipe Fabrication and Metal Working Tools in UAE

Comments are closed.