Blog

Alur Pengiriman Barang Impor dari China Sampai ke Gudang

Diposting oleh : : - Waktu Baca 10 menit
pengiriman barang
pengiriman barang

China masih jadi salah satu negara pemasok utama berbagai produk yang banyak diimpor ke Indonesia, mulai dari elektronik, fashion, perlengkapan rumah tangga, hingga bahan baku industri. Harga yang kompetitif dan pilihan produk yang sangat beragam membuat banyak pelaku usaha memilih China sebagai sumber barang untuk memenuhi kebutuhan bisnis. Namun, proses pengiriman barang impor tidak hanya sebatas membeli produk dari supplier lalu menunggu barang datang.

Di balik setiap pengiriman, ada serangkaian tahapan yang harus dilalui, mulai dari proses produksi, pengurusan dokumen ekspor, pengiriman internasional, pemeriksaan bea cukai, hingga distribusi ke gudang tujuan. Nah, memahami alur pengiriman dari China sangat penting agar kamu bisa memperkirakan waktu kedatangan, menghitung biaya dengan lebih akurat, serta menghindari berbagai kendala yang berpotensi menghambat proses impor. 

Lalu, bagaimana sebenarnya perjalanan barang dari China hingga sampai ke gudang di Indonesia? Simak penjelasannya!

Bagaimana Alur Pengiriman Barang Impor dari China ke Gudang Indonesia?

Sebelum barang impor tiba di gudang Indonesia, ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Yuk, pahami setiap tahapan pengiriman barang agar bisa memperkirakan biaya, waktu pengiriman, dan menghindari kendala yang berpotensi menghambat proses impor.

1. Pemilihan Supplier dan Negosiasi

Tahap awal dimulai dari mencari supplier terpercaya di platform seperti Alibaba, Made-in-China, atau melalui agen sourcing. Jangan hanya tergiur harga murah. Periksa juga beberapa hal seperti:

  • Reputasi supplier dan rating transaksi
  • Sertifikasi produk
  • Kapasitas produksi
  • Kemampuan komunikasi dan responsivitas

Setelah cocok, lakukan negosiasi terkait harga, MOQ (Minimum Order Quantity), metode pembayaran, dan incoterms seperti FOB, EXW, atau CIF. Incoterms ini menentukan siapa yang menanggung biaya dan risiko di tiap tahap pengiriman.

2. Produksi dan Quality Control

Setelah pembayaran DP dilakukan, supplier mulai memproduksi barang. Untuk produk bernilai tinggi atau custom, disarankan melakukan quality control sebelum barang dikirim. QC biasanya ini mencakup:

  • Jumlah barang sesuai PO
  • Kondisi fisik dan fungsi produk
  • Kualitas kemasan
  • Kesesuaian spesifikasi

Tahap ini penting karena mengembalikan barang setelah tiba di Indonesia jauh lebih mahal dan rumit.

3. Pengiriman dari Pabrik ke Pelabuhan atau Bandara China

Barang yang sudah lolos QC akan dipindahkan ke pelabuhan laut atau bandara internasional di China. Moda yang dipilih bergantung pada jenis dan urgensi barang,diantaranya ada:

  • Sea freight (laut) lebih ekonomis untuk volume besar.
  • Air freight (udara) lebih cepat untuk barang bernilai tinggi atau mendesak.

Pada tahap ini, forwarder biasanya mulai mengurus booking kapal/pesawat dan dokumen ekspor.

4. Proses Ekspor di China

Sebelum barang meninggalkan China, supplier atau forwarder harus menyelesaikan prosedur ekspor. Dokumen umum yang dibutuhkan yaitu:

  • Commercial invoice
  • Packing list
  • Bill of lading atau airway bill
  • Sertifikat asal barang (jika perlu)
  • Dokumen khusus produk tertentu
  • Setelah lolos customs China, barang resmi diberangkatkan ke Indonesia.

5. Perjalanan Internasional dan Tracking

Setelah diberangkatkan dari China, barang akan dikirim ke Indonesia melalui jalur laut atau udara. Pengiriman laut (LCL/FCL) umumnya memakan waktu sekitar 2–5 minggu, sedangkan pengiriman udara berkisar 3–10 hari. Selama proses ini, forwarder biasanya menyediakan layanan tracking atau update status kargo sehingga posisi barang bisa dipantau hingga tiba di Indonesia.

6. Customs Clearance di Indonesia

Ini adalah tahap paling penting dalam pengiriman barang impor. Saat barang tiba di pelabuhan atau bandara Indonesia, importir harus menyelesaikan proses kepabeanan. Nah, dokumen yang biasanya perlu kamu siapkan yaitu:

  • PIB (Pemberitahuan Impor Barang)
  • Invoice dan packing list
  • Bill of lading/airway bill
  • NPWP dan NIB importir
  • Izin khusus jika produk diatur pemerintah

Bea cukai akan menentukan jalur pemeriksaan (hijau, kuning, atau merah). Jika dokumen lengkap dan nilai barang sesuai, proses bisa selesai cepat. Jika ada ketidaksesuaian, barang bisa tertahan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

7. Pembayaran Bea Masuk dan Pajak

Setelah PIB disetujui, importir harus membayar:

  • Bea masuk
  • PPN impor
  • PPh impor
  • Pungutan lain sesuai jenis barang

Besaran tarif tergantung HS code produk. Kesalahan klasifikasi HS code bisa menyebabkan denda atau kekurangan bayar.

8. Pengeluaran Barang dan Pengiriman ke Gudang

Setelah seluruh kewajiban selesai, barang bisa keluar dari pelabuhan atau bandara. Forwarder lalu mengatur transportasi domestik menggunakan truk atau kendaraan logistik lainnya hingga barang tiba di gudang tujuan.

Pada tahap akhir pengiriman barang ini, penting untuk memeriksa kembali:

  • Jumlah karton atau pallet
  • Kondisi kemasan
  • Kerusakan selama transit
  • Kesesuaian dengan purchase order

Intinya, alur impor dari China ke Indonesia tidak berhenti saat barang dikirim dari supplier. Ada rangkaian proses mulai dari produksi, ekspor, perjalanan internasional, customs clearance, hingga distribusi ke gudang yang semuanya saling berkaitan. Dengan memahaminya, kamu bisa menghindari keterlambatan, biaya tak terduga, dan risiko barang tertahan.

Bagaimana? Kini kamu sudah paham proses pengiriman barang dari China sampai ke gudang di Indonesia, bukan? 

Nah, untuk proses impor lebih cepat, mudah, dan terjamin keamanannya, kamu bisa bekerja sama dengan Ancala Logistic! Dari pemesanan sampai pengiriman, kami menangani seluruh proses impor China – Indonesia. Tidak perlu bingung cara belanja dari Alibaba, Taobao, 1688 dan Tmall, karena semua itu bisa kamu dapatkan lewat jasa belanja kami. Kamu cukup mengirimkan link produk dan tim kami akan bantu mulai dari pengecekan supplier, negosiasi, pembayaran, dan pengiriman.

Kami juga menyediakan layanan impor lengkap seperti sea freight LCL dan FCL, serta air freight. Kami membantu mengelola seluruh proses impor, mulai dari pengangkutan barang, pengurusan bea cukai, hingga pengiriman ke lokasi tujuan secara praktis dan efisien.

Lengkap, bukan? Tunggu apalagi? Yuk, hubungi kami!

FAQ 

1. Berapa lama impor dari China ke Indonesia?

Waktu pengiriman bergantung pada metode. Pengiriman udara memakan waktu sekitar 3–10 hari, sedangkan laut (LCL atau FCL) biasanya membutuhkan waktu 2–5 minggu.

2. Apa perbedaan pengiriman LCL dan FCL?

LCL digunakan ketika barang tidak memenuhi satu kontainer penuh sehingga digabung dengan milik importir lain. Sementara itu, FCL menggunakan satu kontainer khusus untuk satu pengirim.

3. Dokumen apa saja yang dibutuhkan untuk impor barang dari China?

Commercial invoice, packing list, bill of lading atau airway bill, PIB, serta dokumen perizinan tambahan sesuai jenis barang yang diimpor.

4. Mengapa barang impor bisa tertahan di bea cukai?

Barang tertahan karena dokumen tidak lengkap, ketidaksesuaian data, kesalahan HS code, kekurangan pembayaran pajak dan bea masuk, atau karena adanya pemeriksaan lanjutan dari pihak bea cukai.

5. Apakah pemula bisa impor barang dari China tanpa pengalaman?

Tentu bisa. Saat ini banyak perusahaan forwarder dan jasa impor yang membantu proses mulai dari pencarian supplier, pembelian barang, pengurusan dokumen, customs clearance, hingga pengiriman ke gudang tujuan.

Banner Promosi

Artikel Terkait