Banyak bisnis merasa proses impor atau ekspor sudah aman hanya karena barang berhasil dikirim. Padahal, di balik proses pengiriman internasional, ada banyak kesalahan yang sering dianggap sepele tetapi diam-diam bisa menguras keuntungan bisnis. Mulai dari biaya tak terduga, barang tertahan di bea cukai, sampai keterlambatan pengiriman yang membuat pelanggan kecewa ternyata sering terjadi karena kesalahan yang sebenarnya bisa dicegah sejak awal.
Menariknya, tidak sedikit pelaku usaha baru sadar ada masalah ketika kerugian mulai terasa. Bahkan beberapa kesalahan dalam proses logistik internasional bisa membuat bisnis kehilangan waktu, reputasi, hingga peluang penjualan.
Nah, apa saja kesalahan yang paling sering terjadi dan kenapa banyak bisnis masih mengalaminya sampai sekarang? Yuk, cari tahu supaya kamu tidak mengalami kerugian yang sama!
Apa Saja Kesalahan dalam Pengiriman Internasional?
Dalam proses logistik internasional, ada banyak kesalahan yang sering dilakukan pelaku bisnis tanpa disadari. Supaya bisnismu tidak mengalami kerugian yang sebenarnya bisa dicegah, berikut kesalahan yang perlu kamu pahami!
1. Salah Menghitung Total Biaya Pengiriman
Kesalahan paling umum adalah hanya fokus pada ongkos kirim utama. Banyak pebisnis lupa menghitung biaya tambahan seperti:
- Bea masuk
- Pajak impor
- Biaya handling pelabuhan
- Storage container
- Customs clearance
- Biaya dokumen tambahan
Akibatnya, margin keuntungan jadi berkurang drastis karena muncul biaya tak terduga di tengah proses pengiriman. Bahkan beberapa importir pemula sering kaget saat barang tiba karena nominal tagihan jauh lebih besar dari estimasi awal.
2. Mengabaikan Kelengkapan Dokumen
Dokumen menjadi faktor paling krusial. Kesalahan kecil seperti HS Code yang tidak sesuai, invoice tidak sinkron, atau packing list yang kurang detail bisa menyebabkan barang tertahan di bea cukai.
Dalam banyak kasus, keterlambatan clearance justru memicu biaya tambahan harian yang cukup besar. Tidak sedikit bisnis akhirnya mengalami keterlambatan distribusi ke pelanggan karena proses administrasi yang seharusnya bisa dicegah sejak awal. Karena itu, penting memilih partner logistik yang paham regulasi kepabeanan dan prosedur ekspor-impor secara detail.
Baca juga: 5 Tantangan Logistik Internasional dan Cara Mengatasinya
3. Terlalu Tergiur Harga Murah
Murah memang menarik, tetapi dalam pengiriman internasional, harga terlalu rendah sering menjadi tanda risiko tersembunyi. Beberapa forwarder menawarkan tarif awal yang terlihat hemat, namun ternyata belum termasuk pajak, handling, atau biaya pelabuhan. Akibatnya, total biaya akhir justru membengkak.
Selain itu, layanan murah biasanya juga minim transparansi tracking dan kurang responsif ketika terjadi kendala pengiriman. Dalam bisnis, keterlambatan informasi bisa sama bahayanya dengan keterlambatan barang.
4. Metode Pengiriman Tidak Sesuai Kebutuhan
Masih banyak bisnis yang salah memilih jalur pengiriman. Barang yang seharusnya menggunakan air freight justru dikirim lewat laut demi menghemat biaya, padahal produk tersebut bersifat time sensitive. Sebaliknya, ada juga yang memakai pengiriman udara untuk barang volume besar sehingga biaya logistik menjadi tidak efisien.
Nah, umumnya:
- Air freight cocok untuk barang cepat pakai, elektronik, atau produk bernilai tinggi.
- Sea freight cocok untuk volume besar dan pengiriman non-urgent.
Pemilihan metode yang salah bisa membuat biaya operasional membengkak atau stok barang terlambat masuk pasar.
5. Kurang Memiliki Sistem Tracking dan Monitoring
Banyak bisnis baru sadar pentingnya tracking ketika barang mulai terlambat. Padahal monitoring pengiriman sangat penting untuk menjaga komunikasi dengan pelanggan dan mengatur stok gudang. Nah, sistem tracking yang buruk membuat bisnis sulit mengetahui posisi barang secara real-time. Akibatnya, tim operasional sering kesulitan memberikan estimasi kedatangan yang akurat kepada customer.
Di era sekarang, transparansi logistik menjadi salah satu faktor yang menentukan kepercayaan pelanggan terhadap bisnis.
6. Tidak Memiliki Mitra Logistik yang Berpengalaman
Dalam proses logistik internasional, pengalaman forwarder sangat menentukan kelancaran distribusi barang. Partner logistik yang berpengalaman biasanya sudah memahami regulasi negara tujuan, prosedur customs, hingga solusi ketika terjadi kendala di lapangan. Hal ini penting terutama untuk bisnis yang rutin melakukan impor barang dari China, Asia, maupun negara lain dengan regulasi tertentu.
Intinya, kesalahan dalam pengiriman internasional sering terlihat sepele, tetapi dampaknya bisa besar untuk bisnis. Mulai dari biaya membengkak, barang tertahan, hingga kehilangan kepercayaan pelanggan bisa terjadi jika proses pengiriman tidak dikelola dengan benar. Karena itu, penting untuk bekerja sama dengan partner logistik yang benar-benar paham proses impor dan ekspor secara menyeluruh. Jadi, jangan hanya memilih jasa logistik karena harga murah. Pastikan juga pihak forwarder memiliki sistem kerja yang jelas, layanan lengkap, dan transparan sejak awal proses pengiriman.
Nah, untuk kebutuhan impor ke China, kamu bisa andalkan Ancala Logistic! Kami menyediakan solusi pengiriman barang yang lengkap, muali dari LCL via laut, LCL via udara, FCL via laut. Lebih dari itu, kami juga punya jasa belanja dan pembayaran RMB yang bisa kamu manfaatkan untuk mempermudah proses transaksi dengan supplier China jadi lebih praktis dan aman.
Jangan khawatir, tim kami selalu siap membantu proses impor bisnis kamu lebih efisien, transparan, dan minim kendala. Yuk, hubungi kami sekarang juga untuk konsultasi kebutuhan impormu supaya proses bisnis jadi lebih lancar, aman, dan menguntungkan!
