Blog

Jenis-jenis Packing yang Aman untuk Pengiriman Barang Import China

Diposting oleh : : - Waktu Baca 23 menit
Berbagai Jenis packing dalam satu armada pengiriman

Saat mengimpor barang dari China, packing bukan sekadar pembungkus. Kemasan berfungsi melindungi barang selama proses pemindahan, penumpukan, pergudangan, perjalanan laut atau udara, pemeriksaan, hingga pengiriman ke alamat penerima.

Perjalanan barang impor biasanya melewati beberapa titik penanganan. Barang dapat dipindahkan dari gudang supplier, dimuat ke kendaraan, ditata di gudang konsolidasi, dimasukkan ke kontainer atau pesawat, kemudian dibongkar kembali setelah tiba di Indonesia. Semakin panjang prosesnya, semakin penting memilih jenis packing yang sesuai dengan karakter barang.

Packing yang terlalu tipis, longgar, tidak tahan tekanan, atau tidak sesuai dengan isi barang dapat meningkatkan risiko kemasan robek, barang penyok, pecah, bocor, lembap, atau tercecer. Sebaliknya, kemasan yang dirancang dengan tepat dapat membantu menjaga kondisi barang sekaligus memudahkan proses penyimpanan dan distribusi.

Tidak ada satu jenis packing yang cocok untuk semua barang. Pemilihannya perlu mempertimbangkan berat, ukuran, bahan, tingkat kerapuhan, nilai barang, moda pengiriman, dan cara penanganannya.

Mengapa Packing Barang Impor Perlu Direncanakan Sejak Awal

Dalam praktiknya, proses packing awal biasanya dilakukan oleh supplier. Namun, importir tetap perlu memastikan apakah kemasan yang digunakan sudah cukup aman untuk perjalanan internasional.

Packing yang terlihat baik untuk pengiriman domestik di China belum tentu cukup kuat untuk menghadapi perjalanan antarnegeri. Barang dapat mengalami tekanan dari tumpukan lain, getaran kendaraan, perpindahan menggunakan forklift, perubahan kelembapan, serta proses bongkar muat.

Beberapa hal yang sebaiknya dikonfirmasi kepada supplier antara lain:

  • material dan ketebalan kemasan;
  • jumlah barang dalam setiap karton;
  • ukuran dan berat setiap kemasan;
  • penggunaan bubble wrap, foam, atau pelindung sudut;
  • kebutuhan pallet atau packing kayu;
  • posisi barang saat ditumpuk;
  • foto barang sebelum dan sesudah dikemas;
  • label penanganan khusus jika barang mudah pecah atau harus tetap tegak.

Informasi kemasan juga berkaitan dengan dokumen pengiriman. Dalam proses kepabeanan, jumlah dan jenis kemasan dapat dicantumkan dalam packing list dan digunakan sebagai salah satu dasar pemeriksaan fisik barang.

Jenis Packing yang Aman untuk Pengiriman Barang Impor China

Berikut beberapa jenis packing yang umum digunakan. Dalam banyak kasus, satu barang membutuhkan kombinasi beberapa lapisan kemasan, bukan hanya satu jenis pelindung.

1. Karton atau Corrugated Box

Karton merupakan jenis packing yang paling umum digunakan oleh supplier. Materialnya relatif ringan, mudah disusun, dan lebih hemat dibandingkan kemasan kayu atau logam.

Packing karton cocok untuk barang yang tidak terlalu berat dan tidak mudah rusak, seperti:

  • pakaian dan produk tekstil;
  • sepatu;
  • aksesori;
  • mainan plastik;
  • buku dan produk kertas;
  • barang rumah tangga berbahan plastik;
  • sparepart berukuran kecil;
  • produk elektronik ringan yang sudah memiliki kemasan bawaan.

Kualitas karton perlu disesuaikan dengan berat dan karakter barang. Karton yang terlalu tipis dapat melengkung atau robek ketika ditumpuk. Untuk barang yang lebih berat, supplier dapat menggunakan karton bergelombang berlapis, double-wall carton, atau menambahkan lapisan karton kedua.

Bagian kosong di dalam kotak juga sebaiknya tidak dibiarkan terlalu longgar. Ruang tersebut dapat diisi dengan foam, kertas pelindung, air pillow, atau material penahan lain agar barang tidak bergerak selama perjalanan.

Karton cocok digunakan ketika

  • barang relatif ringan;
  • bentuk barang tidak mudah berubah;
  • tidak sensitif terhadap benturan ringan;
  • kemasan dapat ditumpuk secara stabil;
  • barang sudah memiliki pelindung internal.

Karton perlu diperkuat ketika

  • berat barang cukup besar;
  • barang memiliki sudut tajam;
  • perjalanan membutuhkan beberapa kali bongkar muat;
  • produk mudah penyok atau pecah;
  • karton akan ditumpuk bersama barang lain.
Karton adalah Packing yang aman untuk barang ringan
Packing karton

2. Bubble Wrap dan Foam

Bubble wrap dan foam umumnya digunakan sebagai pelindung bagian dalam, bukan sebagai kemasan utama. Fungsinya adalah meredam benturan, mencegah gesekan, serta mengurangi risiko goresan.

Material ini sesuai untuk:

  • barang elektronik;
  • keramik;
  • kaca;
  • aksesori logam;
  • produk dengan permukaan mudah tergores;
  • komponen mesin;
  • barang dengan bentuk tidak beraturan.

Untuk barang rapuh, satu lapis bubble wrap biasanya belum cukup. Barang sebaiknya dibungkus secara menyeluruh, terutama pada bagian sudut, lalu ditempatkan di dalam karton atau peti yang ukurannya sesuai.

Foam pad atau molded foam dapat digunakan ketika barang membutuhkan penyangga yang lebih presisi. Pelindung ini membantu menjaga posisi barang agar tidak bergeser di dalam kemasan.

3. Packing Kayu atau Wooden Case

Packing kayu digunakan untuk memberikan perlindungan tambahan terhadap tekanan, benturan, dan risiko perubahan bentuk selama pengiriman.

Jenis ini biasanya dipakai untuk:

  • mesin;
  • sparepart berukuran besar;
  • barang elektronik bernilai tinggi;
  • keramik dan kaca;
  • furniture;
  • alat industri;
  • produk yang mudah penyok;
  • barang dengan bentuk khusus;
  • barang berat yang membutuhkan penanganan forklift.

Packing kayu tidak selalu berarti seluruh barang dimasukkan ke dalam peti tertutup. Bentuknya dapat berupa wooden case, wooden crate, rangka kayu, atau pallet yang diperkuat.

Di bagian dalam, barang tetap sebaiknya diberi karton, foam, bubble wrap, atau bantalan penahan. Kayu berfungsi sebagai struktur luar, sedangkan material pelindung internal menjaga agar barang tidak bergerak dan tidak bergesekan langsung dengan peti.

Untuk perdagangan internasional, kemasan yang dibuat dari kayu mentah dapat termasuk dalam cakupan ISPM 15. Standar tersebut mengatur perlakuan fitosanitari dan penandaan pada material kemasan kayu guna mengurangi penyebaran hama melalui perdagangan internasional. Kayu olahan tertentu, seperti plywood, dapat dikecualikan sesuai ketentuan standar. Karena itu, penggunaan packing kayu sebaiknya dikonfirmasi kepada supplier atau penyedia logistik agar memenuhi persyaratan negara asal, tujuan, serta rute pengiriman.

Palet kayu adalah packing yang aman untuk barang berat dan bernilai tinggi
Packing kayu

4. Pallet

Pallet merupakan alas untuk menyatukan beberapa karton atau barang agar lebih mudah dipindahkan menggunakan forklift atau hand pallet.

Penggunaan Pallet cocok untuk:

  • barang dalam jumlah banyak;
  • karton yang perlu ditumpuk;
  • mesin dan komponen industri;
  • produk berat;
  • pengiriman yang membutuhkan penanganan gudang;
  • barang yang tidak boleh bersentuhan langsung dengan lantai.

Setelah barang ditata di atas pallet, biasanya ditambahkan stretch film, tali pengikat, corner protector, atau strapping band. Tujuannya agar susunan tidak bergeser ketika dipindahkan.

Pallet juga membantu mengurangi risiko bagian bawah karton terkena kotoran atau kelembapan dari lantai gudang. Namun, tinggi dan berat susunan tetap harus diperhitungkan agar pallet tidak mudah miring atau ambruk.

Bila menggunakan pallet kayu dalam pengiriman internasional, aspek kepatuhan material kayu juga perlu diperiksa.

5. Wooden Crate

Wooden crate memiliki struktur kayu dengan bagian tertentu yang masih terbuka. Jenis ini sering digunakan untuk barang besar yang membutuhkan perlindungan struktural tetapi tetap perlu ventilasi atau akses pemeriksaan.

Contohnya:

  • mesin produksi;
  • alat industri;
  • komponen kendaraan;
  • furniture;
  • alat berbahan logam;
  • barang berdimensi besar;
  • produk yang perlu diikat ke dasar kemasan.

Barang di dalam crate perlu diposisikan dengan stabil. Untuk mesin, pemasangan baut, blocking, bracing, atau tali pengikat mungkin dibutuhkan agar barang tidak bergeser.

6. Hard Case atau Steel Case

Hard case merupakan kemasan keras yang dapat dibuat dari material komposit, aluminium, logam, atau baja. Packing ini digunakan ketika barang bernilai tinggi atau sensitif membutuhkan perlindungan lebih kuat.

box_hardcase_kabel__alat_alat_1667889606_c994de92_progressive
Box hard case untuk mengemas barang bernilai tinggi

Jenis barang yang dapat menggunakan hard case antara lain:

  • alat kesehatan tertentu;
  • instrumen presisi;
  • mesin khusus;
  • alat ukur;
  • perangkat produksi;
  • komponen bernilai tinggi;
  • peralatan yang akan digunakan berulang kali;
  • barang yang rentan terhadap benturan besar.

Hard case harus disesuaikan dengan berat barang. Kemasan yang terlihat kuat belum tentu aman jika bagian dasar, engsel, pegangan, atau sistem penguncinya tidak mampu menahan beban.

Untuk barang berat, titik angkat dan pusat gravitasi sebaiknya ditandai agar proses pemindahan lebih aman.

    7. Karung atau Woven Bag

    Karung plastik atau woven bag biasanya digunakan untuk barang berukuran kecil dalam jumlah banyak, produk tekstil, bahan mentah, atau barang yang tidak mudah rusak ketika tertekan.

    Contohnya:

    • pakaian;
    • kain;
    • boneka;
    • bahan berbentuk butiran;
    • produk plastik ringan;
    • barang non-fragile dalam jumlah besar.
    WhatsApp Image 2023-08-29 at 10.54.17
    Packing karung

    Keunggulan karung adalah fleksibel dan relatif ekonomis. Namun, kemasan ini tidak memberikan perlindungan struktural yang baik terhadap benturan atau tekanan.

    Karung juga tidak selalu tahan terhadap air, sobekan, dan benda tajam. Untuk meningkatkan keamanan, barang dapat dimasukkan ke dalam plastik pelindung atau karton terlebih dahulu, kemudian dibungkus dengan karung.

    Packing karung kurang sesuai untuk barang pecah belah, elektronik, produk mudah penyok, atau barang yang sensitif terhadap kelembapan.

    8. Stretch Film

    Stretch film digunakan untuk membungkus karton, pallet, atau beberapa barang menjadi satu kesatuan.

    Fungsinya meliputi:

    • menahan susunan barang agar tidak bergeser;
    • melindungi dari debu;
    • mengurangi risiko kemasan tercecer;
    • menjaga stabilitas barang di atas pallet;
    • memberikan perlindungan ringan terhadap cipratan.

    Stretch film bukan pengganti karton, foam, atau packing kayu. Material ini berfungsi sebagai lapisan tambahan dan penahan susunan.

    Untuk barang bertumpuk, pembungkusannya harus mencakup bagian bawah pallet agar muatan terikat dengan alasnya.

    9. Strapping Band dan Corner Protector

    Strapping band adalah tali pengikat yang biasanya dipasang mengelilingi karton, pallet, peti, atau mesin. Materialnya dapat berupa plastik, polyester, atau baja, tergantung beban barang.

    Corner protector dipasang pada sudut kemasan untuk:

    • mencegah tali memotong karton;
    • menjaga bentuk sudut;
    • membantu mendistribusikan tekanan;
    • memperkuat susunan pallet.

    Kombinasi strapping dan corner protector cocok untuk karton berat, pallet tinggi, serta barang yang membutuhkan stabilitas tambahan.

    Pengikatan tidak boleh terlalu longgar, tetapi juga tidak boleh terlalu kuat hingga merusak produk atau kemasannya.

    10. Drum

    Drum digunakan untuk mengemas produk berbentuk cair, semi-cair, bubuk, butiran, atau bahan tertentu dalam jumlah besar.

    Material drum dapat berupa:

    • plastik;
    • baja;
    • fiber;
    • kombinasi material lain.
    Packing drums
    Packing drums

    Drum dapat digunakan untuk minyak, bahan baku cair, bubuk, atau produk industri tertentu. Namun, pemilihan drum harus mengikuti kompatibilitas antara bahan kemasan dan isinya.

    Penutup perlu dipastikan rapat, tidak bocor, dan mampu menahan tekanan normal selama pengiriman. Drum juga perlu ditata dan diikat agar tidak menggelinding atau berpindah posisi.

    Bila isi drum termasuk barang berbahaya, bahan kimia, mudah terbakar, korosif, atau masuk klasifikasi khusus, penggunaan kemasan tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan bentuk barang. Pengiriman perlu mengikuti ketentuan khusus mengenai klasifikasi, packing, label, dokumen, serta moda transportasinya. IMDG Code mengatur pengangkutan barang berbahaya dalam bentuk kemasan melalui laut, sedangkan pengangkutan udara mengacu pada persyaratan dangerous goods yang berlaku.

    11. Jerigen atau Jerry Can

    Jerigen biasanya digunakan untuk produk cair dalam volume yang lebih kecil dibandingkan drum.

    Jenis kemasan ini dapat digunakan untuk:

    • cairan nonberbahaya;
    • bahan baku tertentu;
    • produk pembersih;
    • minyak;
    • cairan industri yang kompatibel dengan material jerigen.

    Penutup jerigen harus dilengkapi segel yang baik. Setiap jerigen sebaiknya ditempatkan dalam karton, tray, pallet, atau kemasan sekunder untuk mengurangi risiko tumpah ketika wadah rusak.

    Tidak semua cairan boleh dikirim menggunakan jerigen biasa. Karakter bahan dan klasifikasi pengirimannya tetap perlu diperiksa lebih dahulu.

    12. Vacuum Packing

    Vacuum packing digunakan untuk mengurangi udara di dalam kemasan sehingga volume barang menjadi lebih ringkas dan isi lebih terlindungi dari debu atau kelembapan tertentu.

    Metode ini sering digunakan untuk:

    • pakaian;
    • tekstil;
    • bantal;
    • selimut;
    • produk berbahan kain;
    • barang lunak dengan volume besar.

    Vacuum packing dapat membantu menghemat ruang. Namun, tidak semua produk boleh ditekan. Barang dengan struktur rapuh, mudah berubah bentuk, memiliki komponen tajam, atau membutuhkan sirkulasi udara tidak cocok menggunakan metode ini.

    Cara Memilih Packing yang Tepat

    Sebelum meminta supplier melakukan packing, perhatikan beberapa faktor berikut.

    Berat barang

    Semakin berat barang, semakin kuat bagian dasar dan struktur kemasan yang dibutuhkan. Karton biasa dapat rusak bila tidak sesuai dengan beban.

    Tingkat kerapuhan

    Barang pecah belah membutuhkan perlindungan berlapis. Fokusnya bukan hanya pada bagian luar, tetapi juga mencegah barang bergerak di dalam kemasan.

    Bentuk dan ukuran

    Barang dengan bentuk tidak beraturan membutuhkan bantalan atau rangka khusus. Bagian yang menonjol harus diberi perlindungan agar tidak merobek kemasan.

    Nilai barang

    Barang bernilai tinggi sebaiknya menggunakan kemasan yang lebih kuat, memiliki segel, dan didokumentasikan sebelum dikirim.

    Sensitivitas terhadap air dan kelembapan

    Produk kertas, tekstil, komponen logam, dan elektronik mungkin memerlukan plastik pelindung, silica gel, desiccant, atau lapisan antilembap.

    Moda pengiriman

    Pengiriman laut dan udara memiliki pola penanganan, batas, serta ketentuan yang berbeda. Barang yang akan dikirim melalui udara juga perlu mempertimbangkan berat aktual, berat volumetrik, dan aturan komoditas.

    Jumlah proses bongkar muat

    Semakin sering barang dipindahkan, semakin tinggi kebutuhan perlindungan terhadap benturan dan gesekan.

    Persyaratan khusus komoditas

    Makanan, cairan, baterai, bahan kimia, kosmetik tertentu, dan produk mudah terbakar dapat memiliki ketentuan tambahan. Jangan memilih packing hanya berdasarkan harga tanpa memeriksa klasifikasi barang.

    Kesalahan Packing yang Sering Terjadi

    Beberapa kesalahan berikut terlihat sederhana, tetapi dapat meningkatkan risiko kerusakan.

    Karton terlalu besar

    Karton yang terlalu besar membuat barang mudah bergerak. Ruang kosong harus diisi dengan material penahan.

    Karton terlalu tipis

    Kemasan dapat penyok atau robek saat ditumpuk. Gunakan karton yang sesuai dengan berat barang.

    Barang saling bergesekan

    Produk harus dipisahkan menggunakan divider, bubble wrap, foam, atau kemasan individual.

    Tidak melindungi sudut

    Sudut merupakan bagian yang paling sering menerima tekanan. Gunakan corner protector atau foam tambahan.

    Hanya menggunakan karung untuk barang rapuh

    Karung tidak memberi perlindungan terhadap benturan. Gunakan karton atau peti sebagai kemasan utama.

    Tidak memperhitungkan kelembapan

    Perjalanan laut dapat berlangsung cukup panjang. Produk tertentu membutuhkan pelindung kelembapan atau antikarat.

    Pengikat terlalu longgar

    Barang di atas pallet dapat bergerak ketika dipindahkan. Pastikan stretch film dan strapping terpasang dengan benar.

    Tidak meminta dokumentasi packing

    Tanpa foto atau video, importir sulit memverifikasi kondisi barang sebelum diberangkatkan.

    Checklist Sebelum Barang Dikirim dari China

    Gunakan checklist berikut sebelum supplier menyerahkan barang ke gudang atau forwarder:

    • pastikan jumlah barang sesuai pesanan;
    • cek kondisi produk sebelum packing;
    • minta foto setiap jenis barang;
    • minta foto kemasan bagian dalam dan luar;
    • pastikan karton tidak lembap atau rusak;
    • periksa berat dan ukuran kemasan;
    • konfirmasi jumlah karton, pallet, drum, atau peti;
    • pastikan setiap kemasan memiliki identitas;
    • gunakan label fragile atau this side up bila memang diperlukan;
    • cek kebutuhan packing kayu;
    • konfirmasi ketentuan khusus untuk cairan, baterai, bahan kimia, dan barang sensitif;
    • samakan data fisik kemasan dengan packing list.

    Apakah Packing dari Supplier Selalu Cukup Aman?

    Belum tentu. Supplier biasanya menyesuaikan kemasan dengan standar mereka, harga produk, serta perjalanan dari pabrik ke gudang domestik. Untuk pengiriman internasional, importir perlu memastikan kemasan mampu melewati perjalanan yang lebih panjang.

    Sebaiknya beri instruksi tertulis kepada supplier, terutama untuk barang rapuh, berat, bernilai tinggi, atau memiliki bentuk khusus. Jangan hanya menggunakan instruksi seperti “packing aman” karena setiap pihak dapat memiliki pemahaman yang berbeda.

    Instruksi yang lebih jelas contohnya:

    Setiap produk dibungkus bubble wrap minimal dua lapis, dimasukkan ke individual box, diberi separator, lalu disusun dalam double-wall carton. Tidak boleh ada ruang kosong dan bagian luar karton harus diberi corner protector serta strapping.

    Spesifikasi seperti ini lebih mudah diperiksa dibandingkan instruksi umum.

    FAQ Seputar Packing Barang Impor dari China

    Apakah semua barang impor perlu packing kayu?

    Tidak. Packing kayu digunakan ketika karton atau pelindung biasa belum cukup, misalnya untuk barang berat, rapuh, berdimensi besar, atau bernilai tinggi. Kebutuhannya perlu dilihat per produk.

    Mana yang lebih aman antara bubble wrap dan packing kayu?

    Keduanya memiliki fungsi berbeda. Bubble wrap melindungi dari benturan dan gesekan pada bagian dalam, sedangkan packing kayu memberikan perlindungan struktural pada bagian luar. Untuk barang rapuh, keduanya sering digunakan bersama.

    Apakah packing kayu menambah biaya pengiriman?

    Bisa. Packing kayu dapat menambah berat dan volume barang sehingga memengaruhi biaya. Namun, biaya tambahan tersebut perlu dibandingkan dengan risiko kerusakan barang.

    Apakah barang elektronik wajib menggunakan packing kayu?

    Tidak selalu. Elektronik kecil yang memiliki kemasan pabrik kuat dapat menggunakan karton tambahan dan foam. Elektronik besar atau bernilai tinggi mungkin membutuhkan peti atau rangka kayu.

    Bagaimana packing untuk barang pecah belah?

    Setiap produk sebaiknya dibungkus individual, diberi separator, ditempatkan dalam karton kuat, dan tidak menyisakan ruang kosong. Untuk jumlah besar atau nilai tinggi, peti kayu dapat dipertimbangkan.

    Apakah karung aman untuk pengiriman barang impor?

    Karung cocok untuk barang yang tidak mudah rusak, seperti tekstil atau produk lunak. Karung tidak ideal sebagai perlindungan utama untuk barang rapuh, elektronik, atau produk yang sensitif terhadap air.

    Siapa yang bertanggung jawab terhadap packing barang?

    Packing awal umumnya dilakukan supplier berdasarkan kesepakatan pembelian. Namun, importir perlu memastikan spesifikasinya sesuai. Tanggung jawab atas kerusakan bergantung pada kesepakatan transaksi, ketentuan layanan, bukti kondisi barang, dan titik serah barang.

    Apakah cairan bisa dikirim menggunakan drum biasa?

    Tidak selalu. Material drum harus sesuai dengan karakter cairan. Cairan tertentu juga dapat termasuk barang berbahaya atau memiliki ketentuan pengangkutan khusus.

    Kesimpulan

    Packing yang aman untuk pengiriman barang impor dari China harus disesuaikan dengan karakter setiap produk. Karton dapat digunakan untuk barang umum dan ringan, sedangkan barang rapuh membutuhkan bubble wrap, foam, separator, atau double box. Mesin, elektronik besar, dan produk bernilai tinggi dapat memerlukan pallet, packing kayu, wooden crate, atau hard case.

    Jangan hanya memilih packing berdasarkan biaya termurah. Pertimbangkan perjalanan barang, jumlah bongkar muat, berat, kelembapan, risiko benturan, serta nilai produk. Minta foto packing dari supplier dan pastikan jumlah serta jenis kemasan sesuai dengan packing list.

    Sebelum barang dikirim, Anda juga dapat berkonsultasi dengan tim Ancala Logistic untuk menentukan metode packing dan jalur pengiriman yang sesuai dengan jenis barang. Pemeriksaan dilakukan berdasarkan informasi aktual produk karena rekomendasi packing dapat berbeda untuk setiap komoditas.

    Banner Promosi

    Artikel Terkait